Faktual.Net, Kendari, Sultra. Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional V KORPRI resmi dibuka Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) pada Ahad malam, 16/11/2021 bertempat dilapangan eks MTQ Nasional Tahun 2006 Kota Kendari, Provinsi Sultra. Di awal sambutannya, Wamenag mengatakan bahwa Presiden RI dan Menag RI tak bisa hadir diacara tersebut karena ada kegiatan kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan.
Dalam sambutannya, Dr. Zainut Tauhid Sa’adi yang saat ini menjabat Wamenag RI mengatakan bahwa MTQ Nasional V KORPRI ini bertujuan untuk membumikan Al Qur’an.

“MTQ Nasional V KORPRI yang diselenggarakan di Sultra adalah, bukan hanya kita sedang memuliakan Al Qur’an tetapi kita sedang membumikan Al Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, ucap Wamenag yang selalu berpantun disela – sela sambutannya.
Kepada jajaran ASN, Dr. Zainut Tauhid Sa’adi berpesan agar aparatur sipil negara jangan hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang apa adanya. Tetapi, aparatur sipil negara dituntut untuk memberikan respon, pelayanan yang maksimal dan profesional. Sehingga keberadaan negara benar – benar dirasakan oleh masyarakat.
Wamenag RI tersebut menegaskan bahwa SDM yang berkualitas tidak dapat dilepaskan dari nilai – nilai agama. Indonesia adalah bangsa yang tumbuh bersama nilai – nilai agama yang nyata dan berkontribusi dalam pembangunan.
Wamenag juga mengatakan dihadapan para tamu dan segenap pihak yang hadir menyaksikan pembukaan MTQ Nasional V KORPRI bahwa Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah dikawasan Timur Indonesia yang menjadi tempat berkembangnya Islam.Wamenag juga berharap bahwa dari penyelenggaraan MTQ ini, ASN bisa tumbuh dan memberi warna bagi bangsa Indonesia. “Spirit Al Qur’an adalah motivasi terbaik supaya kita menjadi abdi negara yang berdedikasi”, ucapnya dengan mengajak semua pihak agar menjadikan event ini sebagai spirit yang baik bagi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pantauan faktual.net, event ini diikuti oleh Kafilah utusan provinsi se Indonesia dan utusan kementerian dan lembaga negara. Tampak saat devile, Sultra sebagai tuan rumah menurunkan kafilah terbanyak yakni 50 orang. Dihadiri oleh unsur Muspida Sultra dan para Gubernur serta Wakil Gubernur se Indonesia.
Reporter : Aco RI
















