Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaRagam

Lestarikan Ekosistem Laut, Mahasiswa KKN Tematik UHO Transplantasi Karang di Perairan Pulau Bokori

38
×

Lestarikan Ekosistem Laut, Mahasiswa KKN Tematik UHO Transplantasi Karang di Perairan Pulau Bokori

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
📷Ketgam: Unit “Spider web” yang menjadi rangka transplantasi karang.

Faktual.Net, Kendari, Sultra — Dalam rangka pelestarian ekosistem laut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan transplantasi karang di Perairan Pulau Bokori. Program tersebut merupakan pengabdian dosen yang terintegrasi KKN Tematik LPPM UHO tahun 2021.

Salah seorang Dosen Pendamping Lapangan (DPL) pada kegiatan ini, Amadhan Takwir, menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat baik dan bermanfaat tidak hanya untuk kehidupan biota laut, tetapi juga nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada kesempatan ini, Amadhan juga mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi kelompok masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan ini.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

“Penanaman terumbu karang oleh mahasiswa KKN Tematik bersama Kelompok Nelayan Miara Sama Mandiri ini merupakan hal yang sangat baik dilaksanakan. Transplantasi terumbu karang merupakan bentuk konkrit upaya pelestarian ekosistem laut dan diharapkan dapat bermanfaat bagi generasi mendatang nantinya,” ungkap Amadhan.

📷Ketgam: Bibit karang yang ditransplantasikan di perairan Pulau Bokori.

Ia berharap dengan dilakukannya transplantasi karang, para nelayan lebih bisa menjaga  terumbu karang tersebut  sehingga terumbu tersebut akan tetap terjaga dengan baik. Metode yang dilakukan adalah menggunakan rangka yang menyerupai jaring laba-laba sehingga disebut metode jaring laba-laba atau spider web.

“Metode ini, digunakan untuk mengatasi kerusakan terumbu karang dengan area yang luas akibat adanya penggunaan bom untuk menangkap ikan yang menghancurkan struktur terumbu karang,” imbuhnya lagi.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Kebakaran di Parepare

Koordinator Desa KKN Tematik, Faisal, mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan UHO, mangatakan bahwa kurang lebih terdapat 26 unit spider web yang berhasil diturunkan ke lokasi rehabilitasi.

“Ya, kurang lebih ada 19 fragmen karang yang ditanam pada masing-masing unit sehingga kurang jumlah bibit karang yang ditransplantasikan mencapai 494 bibit,” urai Faisal.

Perairan laut Pulau Bokori merupakan salah satu destinasi wisata andalan yang banyak diminati wisatawan. Dengan semakin baiknya kualitas terumbu karang maka tentu saja akan meningkatkan minat masyarakat untuk melirik wisata bawah air di daerah ini.

Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Kelompok Nelayan Miara Sama Mandiri.

📷Ketgam: Proses penanaman bibit karang di rangka transplantasi.

Ketua Kelompok, Naing, menyatakan bahwa ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena sebagian besar kondisi terumbu karang di perairan ini dalam kondisi yang kurang baik.

“Kegiatan pelestarian lingkungan seperti ini diharapkan dapat terus belanjut sehingga terumbu karang di perairan sekitar Pulau Bokori menjadi semakin baik,” tutur Naing Minggu 12/09.

Untuk monitoring terumbu karang sendiri, tim DPL bersama dengan pihak masyarakat setempat akan terus lakukan pemantauan untuk memastikan bibit karang yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Program transplantasi karang melalui KKN Tematik oleh LPPM UHO ini merupakan bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat. Kegiatan konservasi ekologi seperti ini menjadi salah satu prioritas lembaga disamping program-program peningkatan kapasitas SDM dan peningkatan aspek ekonomi masyarakat. (Red).

Tanggapi Berita Ini