
Faktual.Net, Muna, Sultra — Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Marobo (IPPMA) minta Dikbud (Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan) Sultra, untuk menegur kepalah sekolah yang lalai mengantisipasi bentrok antar siswa SMA Negeri 1 Marobo, hingga berujung penyegelan sekolah yang dilakukan masyarakat Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Kamis, 09/10/2021.
Dari Insiden percecokan tersebut menarik respon dari para orang tua siswa dan pemerintah Desa Marobo sehingga, masyarakat dan orang tua. Dengan keadaan yang semakin tidak terkendali, beberapa waArga sekitar pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk dalam lingkungan sekolah dan segera mengecek langsung ke TKP. Ternyata, setibahnya mereka di TKP tidak ada seorang pun tenaga pengajar yang hadir saat itu.
“Orang tua siswa melakukan penyegelan beberapa hari, sampai pihak sekolah memberikan alasan mengenai ketidak hadiran tenaga pengajar serta tindakan yang akan diambil oleh bapak kepala sekolah dalam menyelesaikan percecokan sesama siswanya,” ujar Ali Mutaba Ketua IPPMA. Sabtu 11/09.
Ali Mutaba saat ditemui media Faktual.Net. Membenarkan dengan adanya bentrok sesama siswa di SMA Negeri 1 Marobo.
“Ya memang benar, kejadian tersebut bermula dari sebuah permainan sepak bola yang mengakibatkan bentrok sesama siswa. Mengapa bentrok sesama siswa melebar sampai ke lingkungan masyarakat setempat ? di karenakan pada saat kejadian tenaga pengajar entah itu yang honorer maupun ASN tak seorang pun yang berada di sekolah, sehingga kejadian bentrok sesama siswa tersebuut melebar ke lingkungan masyarakat,” ujar Ali.
Ali Mutaba berharap kepada Dikbud Sultra, untuk menegur kepada pihak sekolah yang telah lalai mengantispasi bentrok para siswa karena tak ada guru serta kepala sekolah saat kejadian itu.
“Harapan kami Dikbud Provinsi Sultra, mampu mengambil tindakan tegas untuk melakukan peneguran kepada bapak kepala sekolah SMA Negeri 1 Marobo atas kelalaian ataupun kemalasan yang di lakukan oleh tenaga-tenaga pengajar yang ada di SMA Negeri 1 Marobo,” ucapnya.
Dia melanjutkan, Ketika pihak pemerintah Provinsi Sultra merasa acuh tak acuh dengan kejadian ini “Kami yang tergabung dalam IPPMA yang hari ini berada di Kota Kendari akan melakukan demonstrasi untuk kemudian memintah tanggung jawaban dari pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Sultra,” tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak sekolah tersebut, terakit aksi anarkis para siswa dan tidak adanya guru serta kepala sekolah saat kejadian itu.
Reporter: Kariadi














