Faktual.Net, Tidore. Badan pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan menghimbau kepada seluruh masyarakat kota tidore kepulauan agar dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal dugaan pelanggaran pemilu pada tanggal 17 April 2019 mendatang.
Hal ini dilakukan agar pemilu pada tahuin ini dapat berjalan secara Jujur, Sehat dan Berkualitas, untuk itu melalui ketuanya Bahrudin Tosofu mengatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk membangun kerjasama dengan bawaslu dalam mengontrol pemilu 2019 sehingga tidak terjadi pelanggaran yang diinginkan. Sebab keberhasilan pemilu tidak hanya terletak pada bawaslu semata melainkan kepada semua komponen baik Pemerintah, Masyarakat, Penyelenggara maupun Partai Politik.
“Untuk jajaran bawaslu sampai tingkat kelurahan itu jumlahnya kurang lebih 300 personil, sehingga bagi kami sangat tidak mungkin bisa mengawal dengan baik jumlah pemilih di tidore yang mencapai 71.863 jiwa. Untuk itu diharapkan agar masyarakat bisa berpertisipasi aktif untuk membantu bawaslu dalam mencegah pelanggaran pemilu,” ungkapnyau saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, (15/1/19) di ruang kerjanya.
Selain masyarakat, lelaki yang akrab disapa dengan sebutan Kudin itu mengatakan bahwa semua elemen baik OKP, Partai Politik juga harus turut ambil bagian dalam langkah pengawasan pemilu, pasalnya sejauh ini yang menjadi kelemahan bawaslu adalah kesadaran masyarakat dalam mengawal proses pemilu, sehingga jarang melaporkan dugaan pelanggaran kepada bawaslu untuk ditindaklanjuti. padahal bawaslu punya kewenangan untuk menyimpan sumber yang akan melaporkan dugaan pelanggaran tersebut.
“Secara undang-undang identitas pelapor bisa kita rahasiakan, jadi masyarakat tidak perlu takut untuk melapor apabila melihat adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh peserta pemilu,” tegasnya.















