Faktual.Net, Buton, Sultra. Pelayanan aspirasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton dinilai belum maksimal bahkan terkesan tidak kreatif. Di satu sisi, terobosan-terobosan para Legislator tersebut dianggap belum menyentuh kebutuhan rakyat kecil di Kabupaten Buton. Di sisi lain, akses komunikasi sosial-politik rakyat Buton kepada Pemerintah Kabupaten Buton, yang semestinya melalui wadah legislasi ternyata masih jauh dari harapan.
Pernyataan ini disampaikan La Asri, Salah satu Calon Anggota Legislatif Kabupaten Buton Dapil Kecamatan Wolowa-Siontapina-Lasalimu Selatan. Dalam keterangan pers, saat dihubungi faktual.net pada Selasa, 15/1/2019, La Asri mengaku sangat prihatin dengan kinerja Anggota DPRD Kabupaten Buton yang masih dianggap minim prestasi.
Padahal menurut La Asri, mereka (baca juga : para anggota DPRD Kab. Buton) dipilih oleh rakyat dan bisa saja diturunkan oleh rakyat sewaktu-waktu. “Kita membutuhkan solusi dan gagasan nyata. Rakyat Buton terkesan dibiarkan oleh mereka (baca juga : Anggota DPRD Kab. Buton) laksana anak ayam kehilangan induknya”, Ungkap Mantan Ketua Umum HMI Cabang Kendari ini.
Untuk itu, La Asri menawarkan suatu gagasan dan solusi nyata yang disebut “Rumah ASPIRASI Rakyat atau RUMAH ASRI”. Rumah Aspirasi ini berfungsi sebagai wadah untuk mengumpulkan dan menyerap seluruh aspirasi rakyat. “melalui RUMAH ASRI, aspirasi rakyat dikaji dan dianalisis sehingga tercipta output yang lebih bermutu dan mampu menjawab permasalahan yang dialami oleh rakyat,” Jelas La Asri.
La Asri menambahkan, perihal pentingnya pembentukan Rumah Aspirasi di Kabupaten Buton yakni hendak mengawal visi pemerintah daerah kabupaten Buton serta mengarahkan orientasi pembangunan daerah yang adil, sejahtera lahir dan bathin.
“Ini bukan sekedar gerakan seremonial, tetapi ada target kedepannya yang harus dicapai. Harus ada upaya yang terencana sistematis dan terukur guna mewujudkan Buton yang Adil, Sejahtera Lahir dan Bathin. Tentunya Untuk mewujudkan hal itu, kita perlu melakukan langka-langka strategis mulai dari mewujudkan kultur pembangunan buton yang religius dan berbudaya, hingga membentuk masyarakat yang cerdas dan mandiri”, ungkapnya.
Selain itu, kata Mantan Ketua Umum Badko HMI Sulawesi Tenggara ini, Konsep kegiatan Rumah ASRI tersebut nantinya akan melakukan pengumpulan data-data permasalahan yang dialami masyarakat diberbagai sektor.
“Seperti sektor Pertanian yang menyentuh persoalan yang dialami petani. Sektor Perikanan yang bersentuhan dengan kebutuhan dan keluhan para nelayan. Sektor agama dan budaya yang menyentuh persoalan para toko adat (perangkat adat) dan perangkat mesjid, dan lain-lain. Semua ini akan menyentuh aspek infrastuktur maupun suprastrukturnya”, katanya.
Kemudian permasalahan tersebut akan dilakukan pengkajian secara profesional guna menemukan solusi yang tepat. Sehingga nantinya akan dihasilkan output usulan apakah usulan tersebut berbentuk regulasi (peraturan daerah), budget (anggaran) atau bahkan bisa dua-duanya? Nantinya Rumah ASRI ini akan melakukan pengusulan dalam bentuk Proposal untuk dibahas di sidang paripurna Dewan baik dalam bentuk pembahasan legilsasi ataupun pembahasan anggaran.
Ketika ditanya soal apa tujuan RUMAH ASRI dibentuk, La Asri menegaskan, tujuan pembentukan RUMAH ASRI melakukan pengumpulan data-data hingga melakukan pengkajian untuk menemukan akar permasalahan yang dialami oleh rakyat. Selama ini, menurutnya, setiap sidang paripurna di DPRD Buton, para legislator tidak memiliki data pembanding yang akurat dengan pihak eksekutif. Sehingga persidangan hanya bersifat seremonial saja.
“Artinya permasalahan mendasar yang dialami oleh rakyat tidak tersampaikan dengan baik didalam pembahasan anggaran maupun pembahasan legislasi. Ini diakibatkan para legislator tidak pernah mengumpulakn dan menyerap aspirasi yang dikeluhkan oleh rakyat. Sementara rakyat telah menyerahkan mandat sepenuhnya kepada legislator untuk mewakili mereka,” tegas La Asri.
“Oleh karenanya bagi saya RUMAH ASRI ini akan bekerja lebih riil dan lebih solutif. Bagaimana mengumpulkan seluruh aspirasi rakyat, kemudian mengkaji dan merumuskan solusi yang tepat untuk disikapi secara cepat dan tepat. Intinya Buton ini kita mau jadikan seperti apa. Apakah dibiarkan semrawut atau diarahkan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan” tutupnya.
Reporter : La Ode Subroto
















