Faktual.Net, Kendari, Sultra. Program utama pemerintah Buton Utara (Butur) untuk memajukan salah satu kabupaten terluas di Jazirah Sulawesi Tenggara (Sultra) adalah memajukan sektor pertanian dan perikanan. Dibawah kepemimpinan Abu Hasan sebagai Bupati nya, sektor pertanian dimajukan dengan cara memberikan subsidi kepada petani dengan beras merah yang menjadi komoditas primadonanya.
Dihadapan ribuan mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo (UHO), pada Selasa siang, 15/1/2019 bertempat di Auditorium UHO, Abu Hasan mengatakan bahwa untuk membangkitkan semangat warganya agar mau bertani, maka strateginya adalah para petani disubsidi.
Abu Hasan merinci bahwa untuk tahun 2018, pemkab Butur telah menggelontorkan dana subsidi sebesar 500 juta rupiah dengan luasan lahan yang digarap seluas 400 hektar.
Dan itu sangat efektif menurutnya, sebab dari subsidi tersebut petani mendapatkan untung 4 miliyar rupiah dan untuk tahun 2019 pemkab akan tingkatkan subsidi menjadi 1 miliyar rupiah.
Dihadapan intelek kampus, mantan aktivis HMI tersebut mengajak kader-kader muda untuk berkiprah didesa mengembangkan sektor pertanian secara moderen.
Katanya menambahkan bahwa kalau zaman dulu petani itu kotor, miskin, hidup sederhana yang membuat anak-anak muda tidak ada yang mau jadi petani, tetapi sekarang telah jauh berbeda sebab pertanian saat ini semuanya telah dikelola dengan mesin-mesin moderen.
Abu Hasan meyakinkan calon-calon sarjana UHO bahwa jadi petani saat ini adalah profesi yang bergengsi, dan disektor pertanian terbuka lapangan pekerjaan yang luas dengan penghasilan yang besar.
Dijelaskannya lagi bahwa pemerintah pusat pun sangat peduli dan perhatian terhadap pengembangan pertanian di Butur, hal ini dibuktikan dengan bantuan menteri pertanian berupa alat-alat pertanian moderen sebesar 4 miliyar rupiah. Untuk Butur.
“Di Buton Utara kami juga perkuat dengan sektor perikanan. Di 2019 ini, rencananya nelayan Butur juga kami akan subsidi supaya nelayan Butur kuat seperti halnya petani Butur yang telah kami subsidi”, kata Abu Hasan.
“Selain 2 sektor tersebut, kami juga menguatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Bumdes ini akan diberikan penyertaan modal yang bersumber dari dana desa. Tujuannya adalah agar Bumdes bisa membeli dan menampung hasil-hasil pertanian masyarakat, sehingga harga komoditas dan hasil bumi tidak dimainkan harganya oleh tengkulak”, tutup Ketua DPC PDIP Butur ini.
Reporter : Aco Rahman Ismail














