Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
Politik

PDIP Malut Siap Kawal Pemerintahan AGK – Yasin

175
×

PDIP Malut Siap Kawal Pemerintahan AGK – Yasin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Tidore. Setelah melalui proses panjang terkait sengketa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Maluku Utara, ahirnya Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali resmi ditetapkan sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Maluku Utara, setelah adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan adanya kemenangan tersebut telah mengahiri kontestasi politik tentang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Propinsi Maluku Utara.

Merespon kemenangan dan keberhasilan yang sukses diraih oleh kandidat yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan PKPI Propinsi Maluku Utara itu, membuat Muhammad Sinen Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PDIP Propinsi Maluku Utara angkat bicara.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Dia mengatakan setelah adanya pleno dari KPU yang memenangkan Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali alias AGK–YA merupakan keputusan terahir, sehingga tidak perlu lagi adanya polemik dan perdebatan di kalangan masyarakat. untuk itu, dia mengajak kepada seluruh masyarakat Propinsi Maluku Utara khusunya Kota Tidore Kepulauan agar kembali menyatukan perbedaan dengan mengokohkan tali persaudaraan demi Kota Tidore Kepulauan yang lebih baik.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Masyarakat Tidore karena telah membantu saya dengan pak wali untuk memenangkan AGK Ya, untuk itu dengan kemenangan ini kita sudahi semua perbedaan dan kembali merajut persaudaraan demi Kota Tidore Kepulauan yang lebih baik,” ujar orang nomor dua di Pemerintah Daerah Kota Tikep itu saat ditemui di lantai II Kantor Walikota Kota Tikep, pada Selasa, 18/12/2018.

Lebih lanjut, kata Ayah Erik sapaan akrab Muhammad Sinen bahwa Dengan melihat banyaknya ASN di wilayah Pemerintah Propinsi Maluku Utara yang malas berkantor serta jarang beraktifitas di Sofifi. Menjadi perhatian tersendiri bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Propinsi Maluku Utara.

Untuk itu, atas dasar masalah tersebut, dirinya telah meminta Gubernur terpilih Abdul Gani Kasuba (AGK) agar segera mengeluarkan kebijakan terhadap ASN yang bertugas di Propinsi untuk bisa menetap dan beraktifitas di Sofifi selama jam kerja demi terwujudnya disiplin ASN sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang ASN itu sendiri.

Dan alhamdullilah permintaan dari Muhammad Sinen itu mendapat respon cepat dari Gubernur, Sehingga pada bulan Januari 2019 mendatang seluruh ASN yang bertugas di Propinsi, semuanya sudah akan berada di Sofifi, Bahkan tak hanya itu, mobil dinas milik pemerintah propinsi juga akan dilarang beraktifitas di luar sofifi. ketegasan atas disiplin ASN ini, kata Ayah Erik merupakan langkah awal yang telah menjadi komitmen PDI Perjuangan dan Gubernur terpilih Abdul Gani Kasuba yang merupakan kandidat petahana.

“Saya berharap sebelum di tanggal 1 januari itu semua ASN dari Propinsi sudah berada di sofifi, nanti di waktu libur kemudian mereka mau kemana itu tidak masalah. Karena selama ini aktifitas ASN di Propinsi itu masih banyak yang berkantor diatas jam 11, bahkan pulangnya jam 12. Untuk itu perlu ditingkatkan disiplin ASN, karena jika tidak kinerja pemerintahan di propinsi tentu akan terhambat, dan ini langkah awal yang memang benar-benar gubernur komitmen dengan PDIP,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lelaki yang dijuluki sang petarung dari utara itu menegaskan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang diusung oleh PDI Perjuangan dan PKPI yakni Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali diharapkan bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi Propinsi Maluku Utara. Sehingga dengan begitu, tidak memunculkan stigma negatif dari masyarakat Maluku Utara terhadap partai pengusung yang sukses mengantarkan mereka berdua sebagai Pemimpin Maluku Utara.

“PDI Perjuangan bersama rakyat tetap mengawal proses pemerintahan AGK Yasin selama lima tahun mendatang, kalaupun ada kebijakan yang salah maka kami selaku Partai Pengusung akan mengkritisi langkah pemerintah Propinsi, tetapi jika kebijakannya pro terhadap rakyat maka kami berharap ini bisa mendapat dukungan dari semua elemen,” tegasnya.

Selain itu, dengan melihat posisi Pemerintahan Propinsi yang secara yuridis berada di Kota Tidore Kepulauan dan berpusat di Sofifi yang merupakan Ibu Kota Propinsi Maluku Utara, dia berharap kedepannya perhatian pemerintah Propinsi dimasa kepemimpinan AGK-Yasin beserta jajarannya dapat memprioritaskan Kota Tidore Kepulauan dalam kebijakan apapun.

Selain Kota Tikep, Perhatian itu juga harus diprioritaskan ke sejumlah kabupaten lainnya yang merupakan penentu kemenangan AGK-Yasin, tanpa harus mengabaikan kabupaten Kota yang lain. Hal itu dilakukan karena kemenangan yang diraih AGK-Yasin adalah kemenang secara politik, Sehingga kebijakan yang dikeluarkan perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan Politik.

“Ini adalah kemenangan Politik, olehnya itu dalam kebijakan apapun Gubernur harus memprioritaskan beberapa Kabupaten Kota yang telah memenangkan Gubernur, seperti Tidore, Halbar, Halut, dan Halsel,” tandasnya.

Tanggapi Berita Ini