
Faktual.Net, Kendari, Sultra – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna yang ke-62, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Parida (Hippma Parida) gelar dialog budaya, di Warkop Drink Station Kota Kendari, Sabtu (Malam) 03/07/2021.
Dalam kegiatan kali ini, Hippma Parida mengusung tema “Masifikasi Gerakan Dalam Melestarikan Budaya Muna di Era Digital” dan menghadirkan dua narasumber yakni, Amiruddin,.Spd.Msi Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muna, melalui zoom dan Laode Munazad selaku Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Muna, yang dipandu oleh Alim yang berada di lokasi tersebut.
Agus selaku Ketua Hippma Parida, dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan dialog ini merupakan perhatian terhadap realita budaya kehidupan kepemudaan saat ini. Dalam kehidupan saat ini banyak sekali pemuda yang kecanduan dengan adanya game-game online sampai tersita waktunya hanya untuk euforia semata yang dapat merusak moral dan mental anak bangsa.
“Seharusnya di era digitalisasi ini, pemuda mampu melahirkan ide-ide kreatifnya melalui digitalisasi dengan mengkenalkan budaya kearifan lokal, baik itu dari kesenian, makanan khas dan wisata alam. Dengan kegiatan dialog inilah kami berharap pemuda mampu memberikan sumbangsi pemikiran terhadap pemerintah daerah dan pemerintah daerah mampu bersinergi terhadap sumbangsi pemikiran pemuda,” tutur Agus di hadapan peserta.
Sementara itu, dalam pemaparannya, La Ode Munazad turut mengapresiasi kegiatan dialog budaya dan lomba video kreatif kebudayaan Wuna seperti ini. Sebagai anak muda Wuna, tidak boleh malu dengan identitas sebagai orang Wuna, terlebih yang kuliah di kampung orang tidak boleh malu berbahasa Wuna. karena itu merupakan salah satu ciri khas.
“Dalam pengamatan saya ada beberapa hal yang ditemukan pada orang wuna, yaitu orang Wuna mudah mengadopsi budaya luar, degradasi atau terkikisnya nilai-nilai budaya itu sendiri. Olehnya itu, mahasiswa Wuna sebagai kaum intelektual, harus mampu hadir sebagai penggerak dalam pemurnian dan pelestarian budaya Wuna,” cetus Munazad Ketum PC IMM Muna.

Ia melanjutkan, mengingat kemajuan zaman yang begitu cepat, dikhawatirkan anak-anak muda Wuna tidak mampu menghadapi tantangan zaman. Olehnya itu, dalam upaya pelestarian budaya untuk menawarkan konsep menyusun strategi, membentuk komunitas, dan bergerak atau aksi nyata.
“Saya mengajak saudara-saudara semua, marilah kita bersatu, duduk bersama, kita sumbangkan ide, gagasan, serta konsep-konsep, untuk membangun peradaban dan melestarikan budaya Wuna di era digital ini,” pungkas Munazad.
Meski ada batasan hadirin yang datang, namun disediakan fasilitas daring atau virtual bagi yang ingin menyaksikan dialog ini. Semua itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kendari.
Sebelumnya Himppma Parida mengadakan lomba video kreatif kearifan lokal sejak 16 Juni – 02 Juli 2021.
Kriteria pemenang lomba, dilihat dari sisi kerapihan dan objek sebagai komoditi unggulan yang ditampilkan.
Usai dialog dirangkaikan dengan pengumuman juara lomba video kreatif yang dibacakan Wa Ode Sarlina, Juara I diraih oleh Insan dari Desa Bone – Bone Kecamatan Batukara, juara II atas nama Alpraha dari Kelurahan Palangga dan Juara III Ziank dari Desa Parida, Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna.
Disela-sela penghujung acara, ketua Hippma Parida dan panitia pelaksana menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba dan plakat kepada narasumber sebagai bentuk simbol penghargaan terhadap partisipasi agenda tersebut.
Berdasarkan pantauan Faktual.Net, kegiatan ini dihadiri beberapa paguyuban dan lembaga eksternal mahasiswa, serta puluhan peserta menyaksikan langsung melalui zoom.
Penulis: Kariadi















