Example floating
Example floating
Daerah

Petani Bawang Di Kecamatan Oba Butuh Pasar

×

Petani Bawang Di Kecamatan Oba Butuh Pasar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Tidore. Meningkatnya hasil panen bawang merah di kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan ternyata menjadi kekhawatiran tersendiri bagi petani. Kegelisahan itu terkait dengan ketersediaan pasar yang akan menampung hasil panen mereka.

Sukemi salah satu petani Bawang yang tinggal di Desa Trans Kosa mengaku bahwa dirinya sudah dua kali panen Bawang, untuk panen pertama dia menghasilkan bawang sebanyak 8,5 Ton, dan panen ke dua juga dengan hasil yang sama yakni sebanyak 8,5 Ton. Hanya saja dari hasil panen tersebut ia berharap pemerintah bisa menyediakan pasar untuk didistribusikan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Yang kami kesulitan ini hanya soal pasar, untuk itu kami berharap ini bisa diperhatikan oleh pemerintah, karena kedepan saya juga rencana untuk membentuk kelompok dengan nama Fajar Terbit, agar hasil produksinya bisa lebih banyak” ujarnya saat ditemui media ini di kediamannya pada Senin, 5/11/2018.

Senada juga ditambahkan Misto Isti Subairi salah satu Kelompok Tani (KT). Kari Sose Di Desa Bale Kecamatan Oba mengaku dilema dengan hasil panen yang dimiliki sebanyak 16 Ton. Pasalnya dia khawatir tidak ada pasar yang mau menampung bawang yang mereka hasilkan.

Sinergitas Dinas Pertanian Kota Tikep dan Dinas Pertanian Propinsi Maluku Utara, Imran Jasin (Kiri)

 

Baca Juga :  PT Surya Lintas Gemilang Dilaporkan ke Polda Sultra, Diduga Tetap Beroperasi Meski Disanksi

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Tikep Imran Jasin mengatakan meskipun penyediaan pasar bukan menjadi kewenangannya, namun ia turut bertangungjawab akan hal ini, dengan mendata para pengusaha dan penegecer di tidore maupun Ternate untuk membantu para petani bawang dalam pendistribusian hasil panen tersebut.

Menariknya, untuk memudahkan petani, Imran juga berjanji akan mengupayakan hasil produksi bawang milik petani di kecamatan oba agar diberi sertifikasi, sehingga dengan begitu hasil produksi bawang bisa dibeli secara langsung oleh Dinas Propinsi Maluku Utara untuk dijadikan bibit, dan disuplai ke kabupaten kota lainnya. Mengingat untuk tahun 2019 mendatang dinas Propinsi Maluku utara membutuhkan bibit sebanyak 64 Ton.

“Kami Dinas Pertanian ini hanya melakukan pembinaan dan penyediaan sarana prasarana bagi petani, sedangkan untuk penyuluh itu sifatnya melakukan pengawasan, pembinaan dan kordinasi. Namun masalah ini akan kami sikapi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imran berharap guna meminimalisir permasalahan yang dihadapi oleh petani, sejumlah SKPD lainnya seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) bisa bersinergi dengan Dinas Pertanian guna dibicarakan akan penyediaan pasar untuk petani, sehingga dengan begitu berbagai permasalahan di kalangan petani bisa dikeroyok secara bersama guna dicarikan solusi demi kesejahteraan petani itu sendiri.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit