Example floating
Example floating
BeritaPolitik

Ini Tanggapan Agus Kabid Hikmah IMM Fisip UHO Soal Tuduhan Radikal ke Din Syamsuddin

×

Ini Tanggapan Agus Kabid Hikmah IMM Fisip UHO Soal Tuduhan Radikal ke Din Syamsuddin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FIsip) Universitas Haluoleo, menanggapi soal, Prof. Din Syamsuddin yang dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) oleh Gerakan Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institute Teknologi Bandung (GAR ITB) atas tuduhan radikalisme yang tak berdasar.

Immawan Agus Kabid (Ketua Bidang Hikmah) IMM Fisip UHO Sekaligus Ketua Komunitas Pegiat Literasi. Meminta GAR-ITB untuk mencabut laporan aduan kepada KSN yang tekesan berasumsi tanpa dasar, perlu diketahui Dinsyamsudin mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu merupakan tokoh yang getol membangun moderasi Islam di dalam maupun luar negeri dan punya jasa yang besar bagi bangsa ini. Din Syamsuddin ketika dalam webinar menyoal kebebasan berpendapat dan konstitusionalitas pemakzulan presiden di era pandemi Covid-19, dianggap dan di tuduh radikal.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Atas tuduhan itu terhadap ayahanda kami, itu merupakan hal yang terburu-buru mengklaim radikal dan langkah kelompok GAR ITB itu dapat memicu kemarahan warga Muhammadiyah,” ujar Agus saat ditemui Faktual.Net di sebuah salah satu Warkop, Minggu 14/02

Baca Juga :  Aktivis Samata Soroti Sikap Bungkam Kadisbud Takalar Terkait Rekanan Buku

Selain itu, Din Syamsuddin adalah cendekiawan muslim dengan gelar gurubesar hubungan internasional di Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pemikiran dan aksi-aksinya dalam membangun moderasi Islam di dunia internasional juga mendapatkan pengakuan.

“Tidak ada pemikiran dan aksi Ayahanda Din Syamsuddin yang mengarah kepada tindakan radikal,” tandas Agus.

Dia menilai, apabila akhir-akhir ini Din Syamsuddin kerap melontarkan kritikan kepada penguasa, hal itu tentu didasarkan atas panggilan keimanan, keilmuan dan tanggung jawab kebangsaan.

“Perbedaan pendapat itu soal biasa dalam kehidupan berpolitik untuk menyelesaikan hal itu dengan melakukan proses dialog sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Presiden Jokowi pun pekan lalu menyampaikan kepada masyarakat harus aktif menyampaikan kritikkan dan masukan lalu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan juga kepada masyarakat kritik pemerintah tidak akan ditangkap,” pungkas Agus.

Reporter: Kariadi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit