Faktual.Net, Sinjai, Sulsel. Covid 19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan, menetap pada manusia dengan presentasi klinis beragam, mulai asimtomatik, gejala ringan sampai berat bahkan kematian.
Dikutip diberbagai sumber, data yang sempat dihimpun perkembangan positif corona virus disease 2019 (Covid-19) di kabupaten Sinjai jumlahnya 470 orang. Dan yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 417 orang, 53 orang pasien yang masih dirawat satu di antaranya Meninggal dunia. Jumat 06/11/2020.
Pemerhati Sosial Kabupaten Sinjai Andi Darmawansya disapa Ancha Mayor saat di temui disalah satu warkop di jalan Tondong Sinjai, kembali mempertanyakan Kasus dan dampak covid -19 di Kabupaten Sinjai, Sabtu.07/11/2020.
Berita terkait:
Mencontohkan, Pasien positif Covid 19 sedang menjalani perawatan, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, inisial SA (66) berjenis kelamin perempuan beralamat Kecamatan Sinjai Timur.
Pasien Positif bernama SA (inisial) Mulai dari proses perawatan RSUD Sinjai hingga menghembuskan nafas terakhirnya sampai proses penguburan secara protokol kesehatan, membuat Ancha mayor bertanya, dimana hasil laboratorium kenapa tidak dikeluarkan, kenapa hanya surat keterangan saja yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Dari dulu sampai sekarang saya selalu pertanyakan kepada pemerintah agar hasil tes dari laboratorium dikeluarkan jangan cuma surat keterangan dari rumah sakit saja, sebab ada dua balai yang telah disiapkan pemerintah yaitu Balai Besar dan Balai Kecil supaya saya yakin bahwa covid 19, apakah jelas ada atau tidak, agar meyakinkan keberadaannya bagi warga Kabupaten Sinjai”. tanya Ancha Mayor
Dari data yg di update oleh pemerintah Kabupaten Sinjai yang positif covid -19 sebanyak 470 orang pemerintah buka secara transparan dan yang tidak transparan justru dalam sistem pengolahan anggaran yang digunakan dari jumlah anggaran yang disiapkan pemkab sinjai untuk penanggulangan, pencegahaan covid 19 di Kabupaten Sinjai.
“Saya lihat tim gugus covid 19 di Sinjai kalau pasien positif covid 19 di up date setiap saat. tapi kenapa pengolahan dana covid 19 tidak di up date, berapa yang terpakai dan berapa tersisa dari anggaran disiapkan pemda sinjai dan ini merupakan tantangan saya kepada ketua tim gugus covid 19”. tutup Ancha mayor. (dzul)















