Turnamen yang diperkirakan berlangsung hingga sebulan ini diadakan guna menciptakan kemajuan serta pengembangan prestasi olahraga di Indonesia, khususnya di Provinsi NTB.
Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Amal Fauki selaku ketua panitia pelaksana kegiatan saat dikonfirmasi oleh awak Faktual.
“Turnamen ini sebagai ajang silaturahmi dan pengembangan minat untuk kemajuan di dunia keolahragaan pemuda se NTB, khususnya mahasiswa yang saat ini mengenyam pendidikan di Kota Makassar,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau kepada segenap ORGADA se NTB untuk ikut andil dan berpartisipasi ekstra dalam ajang tersebut, sehingga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada tim yang diutusnya untuk lebih mengutamakan asas damai dalam bertanding serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, mengakui lawan adalah kawan bukan malah sebaliknya.
“Lembaga atau ORGADA harus mampu menjaga dan mengingatkan kepada suporternya agar tidak mengeluarkan narasi-narasi atau yel-yel yang membuat suporter atau pemain lawan tersinggung sehingga terjadi konflik atau kesan yang tidak diinginkan,” tegasnya
Menurut pria yang kerap disapa Amal ini, kompetisi dalam turnamen tersebut diharapkan sebagai wadah untuk menjalin keakraban, ajang pencarian atlet yang berbakat, bukan untuk ruang menebarkan kebencian antar suku maupun ras.
Penulis: Juliadin















