Faktual.Net, Kendari, Sultra – Diperiode kedua menjabat sebagai Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH sangan konsen pada pembangunan pendidikan dan kesehatan. Ini tertuang pada 5 program utama pembangunan Sultra diantaranya Sultra Cerdas dan Sultra Sehat.
Mendukung Program bidang Pendidikan dan Kesehatan bukan hal baru bagi Ali Mazi. Pembangunan dua bidang ini telah dimulainya sejak 16 tahun silam tepatnya tahun 2004 saat menjabat gubernur Sultra diperiode pertama 2003-2008.
Di tahun 2004, pikiran dan ide Ali Mazi tentang pembangunan kesehatan dan pendidikan dimulai dengan menginisiasi pembangunan Fakultas Kedokteran di Universitas Halu Oleo (Unhalu) dan pembangunan Rumah Sakit (RS). Hal ini diungkapkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Sultra, Asrun Lio di kantornya, Selasa, (6/10/2020).
“Semua dokumen pertemuan Ali Mazi dan rektor serta anggota senat yang membahas rencana pembangunan Fakultas kedokteran di Unhalu dan surat lainnya itu masi saya simpan. Karena waktu itu saya menjadi Liaison Officer (LO) atau penghubung antara pemerintah provinsi dan Unhalu. Jadi semua pertemuan apapun itu saya arsipkan,” kata Asrun kepada Wartawan Faktual.Net.
Asrun bercerita, hasil pikiran dan ide Ali Mazi itu muncul berawal dari sulitnya mencari dokter di Sultra untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
“Jadi diawal menjabat sebagai gubernur Sultra, Ali Mazi sangat sulit mendapatkan dokter. Bahkan kalau ada anaknya sakit beliau mendatangkan dokter dari luar daerah untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai,” katanya.
Kadikbud Sultra itu menjelaskan pembangunan fakultas kedokteran yang diinisiasi gubernur Sultra itu dimulai dengan rapat dewan penyantun, melakukan diskusi bersama rektor serta anggota senat di Rujab gubernur untuk bagaimana memikirkan persoalan tersebut. Dilanjutkan dengan mengundang anggota DPRD dan Bupati Kabupaten/Kota untuk rapat membahas tentang mekanisme seleksi penerimaan dan dukungan dalam bentuk ikatan dinas.
“Jadi konsep awalnya begitu, kabupaten/kota mengirim 5 sampai 10 orang full dibiaya oleh daerah. Itu berjalan beberapa tahun lalu kemudian entah kenapa itu berhenti ditengah jalan,” ungkapnya.
Menurut Asrun, pembangunan gedung pertama fakultas kedokteran itu dibangun atas bantuan dari kabupaten/kota.
“Ini atas inisiasi gubernur Sultra yang mengajak para bupati membangun itu,” katanya.
Setelah berdiri gedung Fakultas kedokteran, lanjut Asrun, ada penghargaan gubernur secara pribadi atas jasanya mempercepat pembangunan fakultas kedokteran.
“Dari sisi administrasi universitas yang bersurat kemudian menyiapkan dokumen dokumen pendukung tentang pembentukan fakultas. Tapi dari sisi fasilitas pak gubernur yang mendukung dan mensuport itu. Dan boleh saya katakan bahwa ide pembangunan gedung ini dari pak gubernur ,” ucapnya.
Selain itu, untuk mendukung program pendidikan kesehatan, gubernur memberikan surat dukungan kepada pihak pemerintah Denmark untuk mendukung pembangunan rumah sakit bersama Fasilitas-fasilitasnya pada tahun 2004.
Reporter: Marwan Toasa
















