Example floating
Example floating
Metropolitan

Uji Kompetensi Wartawan Pembedanya Pada Perilaku

×

Uji Kompetensi Wartawan Pembedanya Pada Perilaku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama Dewan Pers menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW), angkatan 18-19 bertempat di Gedung Graha Pena lantai 19, kota Makassar.

Kegiatan UKW dilaksanakan selama dua hari dimulai pada tanggal 26 sampai 27 September 2020, berlangsung aman dan lancar, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Kali ini kegiatan tersebut diikuti 48 orang peserta berasal dari berbagai media se-Sulawesi, melibatkan delapan orang tim penguji, seluruhnya berasal dari PWI Pusat.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ketua Tim Penguji UKW, Sayid Iskandar Syah, menyampaikan landasan pelaksanaan UKW antara lain Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2018 tentang Standar Kompetensi Wartawan (SKW). Ia juga menegaskan maksud dan tujuan uji kompetensi yakni untuk mengetahui kompeten dan tidaknya seorang wartawan dalam melaksanakan aktivitasnya, serta pembeda dari wartawan yang belum kompeten.

“UKW adalah refleksi aktivitas sehari-hari teman-teman media, berhasil atau tidak berhasil dikatakan kompeten atau belum kompeten, bukan lulus dan tidak lulus, sehingga menjadi pembeda perilaku antara wartawan yang sudah kompeten dan belum kompeten dalam melaksanakan aktivitas jurnalistik,” urai Sayid Iskandarsyah dihadapan seluruh peserta UKW, Sabtu, (26/9/2020).

Ketua PWI DKI Jakarta ini, tak lupa mengingatkan seluruh peserta dan penyelenggara tetap mematuhi protokol Covid-19, utamanya menggunakan masker selama pelaksanaan kegiatan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara UKW angkatan 18-19 PWI Sulsel, Ismail mengawali laporan dan sambutannya. Ia menjelaskan bahwa tema UKW kali ini yaitu “Cermat Memilih Investasi” dilatarbelakangi banyaknya terbentuk perusahaan pers, dimana media lama banyak mulai mati dan perusahaan baru seperti media online mulai tumbuh dan berkembang, diantara perusahaan itu, ada yang bisa bertahan ada jalan ditempat.

“Sadar maupun tidak sadar banyak persaingan media, media lama mulai mati namun ada juga tetap eksis meski jalan di tempat, apalagi dalam suasana pademi Covid seperti saat ini, syukur-syukur perusahaan media bisa berjalan ditempat,” urai Ismail.

Ia mengingatkan pula tiga hal yang harus tetap dipegang oleh pengelola media di era persaingan pers agar tetap eksis, pertama kualitas yang mencerminkan citra wartawannya dimana wartawan tidak hanya cerdas tapi juga cermat, kedua, mengedepankan moralitas dalam tampilan karya jurnalistik, serta ketiga yakni integritas dalam komitmen membangun jaringan.

“Jika wartawan memegang tiga hal ini, maka kita tidak perlu kuatir kita selamat, serta jangan lupa selalu memegang kode etik jurnalistik utamanya pasal 6 yaitu wartawan tidak menerima sogok,” tutupnya.

Baca Juga :  Tim Perintis Presisi Amankan 15 Orang di Jaktim, Sita 7 Celurit

Ada tiga tingkatan UKW yang diselenggarakan oleh panitia pelaksana PWI Sulsel kali ini, yakni tingkatan Muda, Madya, dan Utama. Alhasil dari 48 orang peserta dari tiga tingkatan tersebut, ada sebanyak 8 orang peserta gagal dan diberi kesempatan untuk mengikuti UKW kali berikutnya yang direncanakan enam bulan mendatang.

Diketahui, pengumuman hasil tersebut dilaksanakan pada hari kedua oleh perwakilan dewan penguji, Firdaus Baderi.

“UKW kali ini berjalan lancar, saya bacakan saja sebanyak delapan orang dari empat puluh delapan orang dinyatakan belum kompeten pada tingkatanya, atau sekitar delapan belas persen, selebihnya delapan puluh dua persen dinyatakan kompeten ditingkatannya. Kami ucapkan selamat kepada yang lulus dan yang belum kompeten dapat mengikuti pada kesempatan berikutnya,” ucapnya.

Dari hasil pantauan, materi ujian yang diujikan, ada sebanyak sepuluh mata uji, tiap masing-masing tingkatan, Muda, Madya, dan Utama. Apabila salah satu mata uji memperoleh dinilai dibawah tujuh puluh, dinyatakan belum kompeten dan mempengaruhi hasil akhir keberhasilan setiap peserta UKW. Nilai dari setiap mata ujian diperlihatkan secara langsung oleh tiap penguji beserta koreksinya, sebelum akhirnya ditandatangani oleh peserta, setuju atau tidak setuju terhadap nilai tersebut.

Kegiatan UKW ditutup oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar HS. Ia mengucapkan apresiasi kepada peserta, terlebih kepada dewan penguji yang telah jauh datang menyempatkan waktu dan tenaga di tengah bahaya pandemi Covid-19, serta memberi semangat kepada peserta yang belum berhasil dalam UKW kali ini untuk mengikutinya pada kesempatan berikutnya.

“Terimakasih kepada para peserta baik yang dinyatakan sudah kompeten, juga kepada yang belum berhasil dalam kesempatan kali ini dapat mengikuti pada kesempatan berikutnya, enam bulan yang akan datang. Kepada para tim penguji kami ucapkan apresiasi telah datang dari jauh ditengah wabah pandemi Covid ini ini tidak mudah, terimakasih atas kesediaanya,” tutupnya.

Delapan orang tim penguji yaitu, Sayid Iskandarsyah, Firdaus Baderi, Taufan Pamungkas, Dwikota Putra, Emmanuel Dewata Oja, Ratna Sari Dewi, Suwardi Thahir dan Mahmud Suharmono.

Reporter : Wa Ode Deli Yusniati

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit