
Faktual.Net, Kendari, Sultra –Sejumlah masa yang tergabung dari Forum Mahasiswa Pemerhati Masyarakat (FMPM) demo di depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, soal anggaran Covid-19 Buton Tengah (Buteng).
Ismail Auzu sebagai Kordinator Lapangan (Korlap) mengatakan bahwa, aksi ini merupakan bentuk peringatan bagi Pemerintah Kabupaten Buteng dan DPRD agar mendengar dan melihat penderitaan rakyat ditengah pandemi Covid-19, dan tetap fokus terhadap isu atau tuntutan yaitu megaktifkan tugas dan fungsi pengawasannya untuk mengawal transparansi dan realisasi anggaran yang belum jelas.
“Kami ingin pemerintah fokus kesejahteraan menegakkan keadilan, serta tranparansi maupun realiasi anggaran Covid-19 dalam tempo yang singkat ,” ucap Ismail
pada kamis (27/08/2020).
Lanjut Muhamad Daud biasa disapa Edo, dalam orasinya menilai bahwa DPRD Buteng telah gagal menjalankan tugas dan fungsinya, kurang bijak menangani berbagai polemik yang terjadi, dan juga legislatif kurang tanggap dalam menangani tuntutan-tuntan yang sudah disuarakan oleh beberapa element lembaga, sehingga selalu mengundang pertanyaan dimasyarakat dan berujung aksi demonstrasi.
“Harapan saya wakil rakyat harus benar-benar siap dengan amanah yang sudah diberikan rakyat melalui pemilihan legislatif sebagai perpanjangan aspirasi rakyat. Legislatif bertujuan untuk menampung dan menyalurkan aspirasi dan kepentingan rakyat ,” harapnya Edo.
Masaaksi memeriksa gedung ruangan tersebut kosong, hinggga tak ada satupun yang hadir. Ketua dan anggota DPRD Sultra yang dikabarkan keluar kota. Masa aksi kecewa tak ada yang menemui mereka dan akan melakukan aksi kembali.
Adapun tuntutan FMPM Sultra yakni.
Meminta kepada DPRD Provinsi Sultra memanggil pihak Eksekutif maupun Legislatif Kabupaten Buton Tengah, untuk menerangkan perkembangan realiasi dan transprasi penggunaan anggaran Covid-19, senilai 13 Miliar.
Reporter: Kariadi











