Faktual. Net, Kendari. Sejumlah masa aksi yang mengatas namakan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (DPD IMM Sultra) siang tadi menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Sultra pada Kamis, 13/9/2018 dengan agenda mendesak wakil rakyat untuk selamatkan bangsa.
Ketua umum DPD IMM Sultra Supratman dalam orasinya mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah dikuasai oleh asing, mulai dari ekonomi, budaya, politik dan pendidikan oleh karena itu lembaga yang dipimpinnya hadir dikantor DPRD untuk menyampaikan pandangan kebangsaan DPD IMM Sultra dan aspirasi sebagai kader IMM untuk menyelamatkan Indonesia.
Dikatakannya dengan lantang bahwa aksi yang dilakukan hari ini sebagai kritikan terhadap Pemerintah Republik Indonesia guna keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terus disuarakan dalam orasinya bahwa pemerintah saat ini telah gagal mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, sebab SDA Indonesia saat ini lebih banyak dinikmati oleh pihak asing, bukan hanya itu, negara saat ini juga belum mampu menuntaskan persoalan kemiskinan yang saat ini telah mencapai 60%.
Tiga agenda penting yang disuarakan Supratman dan massanya. Pertama mendesak pemerintah pusat untuk meninjau kembali keberadaan barang impor yang dapat merongrong kedaulatan pangan, olehnya itu perlu mengoptimalkan peran- peran petani pribumi untuk menjamin harga pangan, swasembada pangan dan kesejahteraan petani.
Kedua, meminta kepada pemerintah pusat untuk meninjau kembali keberadaan tenaga kerja asing dibeberapa daerah seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara sehingga tidak memperparah pengangguran demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keutuhan NKRI.
Ketiga, meminta kepada pemerintah pusat untuk menjaga dan mengupayakan kestabilan politik dalam menghadapi pemilihan umum 2019.
Pantauan media, sebelum berorasi digedung DPRD, massa terlebih dahulu berorasi di simpang empat pasar baru Kota Kendari.
















