Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
KesehatanNasional

Izinkan TKA Cina Masuk Sultra, Kemenaker Sakiti Perasaan Rakyat

×

Izinkan TKA Cina Masuk Sultra, Kemenaker Sakiti Perasaan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Tertanggal 30 April 2020, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Abdurrahman Saleh telah menandatangi surat bernomor 160/371 Perihal Penyampaian Penolakan Kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sultra yang mana surat tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dengan tembusan DPR RI dan berbagai pihak.

Ditemui oleh faktual.net, Sudarmanto Saeka selaku Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sultra mengatakan bahwa secara kelembagaan DPRD Sultra telah melakukan rapat paripurna dan tegas semua fraksi menolak kedatangan TKA asal Cina yang akan bekerja di Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS)

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

Sudarmanto Saeka mengatakan bahwa kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang menyetujui dan memberikan izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) pada dua perusahaan tersebut telah menyakiti perasaan rakyat Sultra.

“Saat ini, banyak karyawan yang dirumahkan akibat dampak Pandemi COVID 19, termasuk VDNI telah merumahkan sebagian karyawannya yang berasal dari tenaga kerja lokal. Tetapi diwaktu yang bersamaan VDNI malah mengajukan RPTKA ke pemerintah pusat melalui Kemenaker dan disetujui, ini kan aneh dan sangat menyakitkan hati masyarakat Sultra”, kata Sudarmanto pada Sabtu, 2/5/2020 dirumahnya.

Anggota DPRD dua periode tersebut mengaku sangat tidak mengerti dengan langkah pemerintah pusat yang akan menerima kedatangan dan mengizinkan sebanyak 500 orang TKA asal Cina tersebut bekerja di Sultra, sementara Sultra secara khusus dan Indonesia secara umum lagi berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran COVID 19.

“Orang-orang Sultra saja yang berada diperantauan saat ini, tertahan untuk masuk Sultra, ini demi kebaikan kita semua yang lagi berjibaku melawan COVID 19. Ini, malah warga asing yang nyata-nyata negaranya sebagai sumber asal virus di izin kan masuk Indonesia, ini kan aneh”, ucap Bobby sapaan akrab Sudarmanto Saeka.

Sudarmanto Saeka yakin bahwa bukan hanya dirinya, lembaganya, tetapi semua masyarakat Sultra tentu menolak kedatangan TKA tersebut. “Kami yakin semua pihak, semua masyarakat Sultra menolak kedatangan TKA tersebut”, yakinnya.

Sudarmanto Saeka mengajak semua pihak untuk saling bahu membahu, menyatakan dengan tegas bahwa warga Sultra menolak kedatangan 500 TKA asal Cina di bumi Anoa bukan karena warga Sultra tidak taat kepada pemerintah pusat tetapi lebih pada persoalan kemanusiaan, persoalan kesehatan bahwa saat ini warga Sultra lagi berjuang melawan COVID 19. Jangan sampai kedatangan TKA tersebut malah memperparah keadaan.

Reporter : Aco RI

Tanggapi Berita Ini