
Faktual.Net, Butur, Sultra_ Masalah dalam Penanganan Covid -19 atau dikenal Istilah CoronaVirus Pemerintah Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapatkan kesulitan untuk pengadaan alat kesehatan berupa masker N95 dan APD.
Hal itu, Dr. Muhamad Ali Badar, selaku Ketua Satgas Harian Dinkes, menjelaskan bahwa penanganan pencegahan Virus pandemi yang menjadi kendala adalah Perusahaan Penyedia. Ia, juga menyampaikan juga bahwa kendala ini bukan Butur saja.
“Untuk Alat Pelindung Diri (APD) sdh tiba beberapa dan masker N95 ada 100 pcs maupun bahan disinfeksi. Beberapa juga untuk kebutuhan ruang isolasi RSUD sudah di adakan. Masker bedah/masker biasa, kami belum dapat dari penyedia”, Jelasnya Dr. Muhammad Ali Badar saat di Wawancarai pers Faktual.Net Lewat Via Telegram, Senin (30/03/2020).
Covid-19 menjadi layak Horor bagi masyarakat Butur, sebab Butur dikenal sebagai Jalur transit Beberapa Daerah di Sultra. Dengan kurangnya alat kesehatan baik berupa Masker N95 maupun Alat Pelindung Diri ( APD). Olehnya itu, menjadikan Keresahan tersendiri bagi Petugas lapangan mulai Dari RSUD sampai dengan Puskesmas secara umum untuk Masyarakat.
“Tetap kami himbau, agar masyarakat tetap di dalam rumah. Terkait Perbelanjaan BPBD kerja sama dengan Dinkes, Saat kami konfirmasi statusnya sudah Boking Order (BO). Pekan lalu masker N95 tiba 100 Pcs, Logistik Dinkes telah memisahkan Masker untuk tiap Puskesmas. Tinggal pihak Puskesmas datang di gudang Farmasi”, ungkapnya.
Putra Kadis Pendidikan Butur itu, juga menambahkan, bahwa kendala ini dialami oleh semua Wilayah dan Kabupaten lain di Sultra bahkan Provinsi lain, Faktor utama lambatnya progres Pemerintah adalah perusahan penyedia stok kosong.
“Semua Kabupaten mengeluh tentang Logistik termaksud APD karna belum ada penyedia walaupun anggarannya sudah siap. Pihak logisitik setiap saat selalu lihat perkembangan, jika ada penyedia yang ready, langsung kita order”, tutupnya.
Saat berita ini diturunkan, Dinkes telah menyalurkan Anggaran 80 Juta khusus untuk petugas RSUD dan Puskesmas yang terlibat langsung dalam pencegahan Coronavirus di Lapangan.
Z A H I R















