FAKTUAL.NET, JAKARTA PUSAT – Gedung IASTH Lantai 3 kembali menjadi saksi sejarah bagi pengembangan otonomi daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Senin, (17/02/2020) Program Pascasarjana Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya No.4, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kota Administrasi Jakarta Pusat dilangsungkan Kuliah Umum : “Strategi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kalimantan Barat”.
Hadir sebagai keynote speaker Gubernur Propinsi Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., Mantan Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs, Didi Haryanto, S.H., M.H., Pangdam Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, dengan penanggap Dr. Simon Runturambi dan moderator Abdul Muta’ali, Ph.D. serta hadir pula Muhammad Luthfi Zuhdi, M.A., Ph.D Direktur Sekolah Kajian Stratejik Global UI yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Ketua Iluni UI Dr. Audrey H. Tungkudun dalam kesempatan kata sambutannya menyampaikan bahwa tahun 2020 Sekolah Kajian Stratejik Global (SKSG) UI mulai bulan September telah membuka program S2 dan S3 dengan fasilitas program jarak jauh bagi para kepala daerah; gubernur, walikota bahkan TNI, Polri untuk meningkatkan sumber daya manusianya sehingga tidak perlu ke Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut dalam keynote speakernya Gubernur Kalimantan Barat membahas masalah ketenagakerjaan, menyatakan, “Lengkapi SMK dengan peralatan praktik yang modern, kita harus siapkan konsep reformasi bagi penyiapan balai latihan kerja. Bengkel praktik disiapkan, Program yang ada dalam menyelesaikan permasalahan tenaga kerja tidak terintegrasi, tidak terkolerasi, Tidak bisa menjawab kebutuhan perusahaan. Biaya yang disiapkan untuk pembangunan Balai Latihan Kerja begitu besar.” Ungkapnya. Oleh sebab itu Gubernur Kalbar lebih cenderung balai latihan kerja menjadi badan yang memberikan sertifikasi ketrampilan bagi para tenaga kerja.
Sementara itu Polda Kalimantan Barat menyiapkan program Kalbar Berkibar sehingga Kalbar dapat dijaga keamanan dan ketertibannya mendukung program pembangunan pimpinan daerah Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut Polda Kalbar dengan tegas mengatakan tidak bertoleransi dengan anggota Polri yang toleransi dengan hal-hal yang illegal. program tersebut bernama zero toleran, ungkap Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Didi Haryanto, S.H., M.H. yang telah purna tugas beberapa waktu yang lalu. Dan sanksi bagi anggota Polri yang melanggar zero toleran tersebut adalah pemecatan.
Tak kalah ketinggalan juga Pangdam Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan salah satu program andalannya Program Petasan yaitu Pengabdian Tanpa Batas Tentara di Perbatasan sejak 2018 yang dilakukan sudah sebanyak 13 kali bagaimana peranan TNI membantu Pemda kalbar di bidang pendidikan di pelosok daerah dan perbatasan Kalbar.
Kegiatan Kuliah Umum tersebut di tutup dengan tanya jawab dan diskusi dengan para peserta yang memenuhi ruang IASTH Lantai 3 tersebut lalu pemberian tanda mata dari Unversitas Indonesia bagi para nara sumber serta foto bersama dan ramah tamah tak juga ketinggalan seluruh peserta diberikan serifikat penghargaan atas kehadirannya. (Johan Sopaheluwakan).
















