Example floating
Berita

Rumah Bisa di Bangun Kembali. Namun, Waktu Bersama orang Tua Tidak Akan Pernah Bisa di Putar Kembali.

×

Rumah Bisa di Bangun Kembali. Namun, Waktu Bersama orang Tua Tidak Akan Pernah Bisa di Putar Kembali.

Sebarkan artikel ini
Rumah Bisa di Bangun Kembali. Namun, Waktu Bersama orang Tua Tidak Akan Pernah Bisa di Putar Kembali.
Rumah Bisa di Bangun Kembali. Namun, Waktu Bersama orang Tua Tidak Akan Pernah Bisa di Putar Kembali.

faktual.net,Gowa,Sulsel –  Dg Tuman warga Dusun baliangan Desa Ulujangan kecamatan bontolempangan kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026), kini menjadi pengingat bagi keluarga tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, tetapi juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait.

Pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika ada warga yang dikabarkan hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. 

Jangan sampai masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan bantuan justru harus berjuang sendirian tanpa kepastian perhatian dan perlindungan.

Di mana kehadiran pemerintah ketika ada warga lanjut usia yang dikabarkan tinggal di WC dan membutuhkan tempat tinggal yang layak?

Pertanyaan ini patut menjadi perhatian bersama. Bukan untuk menuduh atau menyudutkan pihak tertentu, melainkan untuk mendorong agar kondisi warga yang membutuhkan benar-benar diperiksa dan ditangani.

Pemerintah Desa Ulujangang, pemerintah kecamatan, Dinas Sosial Kabupaten Gowa, serta instansi terkait diharapkan segera turun langsung melihat kondisi Dg Tuman. Jangan hanya menunggu laporan berulang kali apabila informasi mengenai kondisi daruratnya sudah sampai kepada pihak berwenang.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan bahwa Dg Tuman tidak memiliki tempat tinggal yang layak, membutuhkan makanan, perawatan kesehatan, dan pendampingan sehari-hari, maka bantuan harus segera diupayakan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Jangan biarkan seorang lansia bertahan hidup dalam kesulitan sementara masyarakat hanya mampu menyaksikan dan merasa iba.

Baca Juga :  Berulah di Takalar, Bangun SPKLU di Atas Aset Pemkab Tanpa Kantongi Izin

Pemerintah hadir bukan hanya untuk masyarakat yang mampu, tetapi juga untuk mereka yang lemah, miskin, terlantar, dan tidak memiliki siapa-siapa untuk dimintai pertolongan.

Warga yang sedang kesulitan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Mereka membutuhkan perhatian yang bisa dirasakan, bantuan yang tepat sasaran, serta perlindungan agar dapat menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat.

Jangan sampai bantuan baru bergerak setelah sebuah kisah menjadi viral. Warga yang membutuhkan pertolongan seharusnya mendapatkan perhatian karena kondisi dan kebutuhannya, bukan karena kisah hidupnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Kami berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap penderitaan warga kecil. Turunlah, periksalah kondisinya, dengarkan kebutuhannya, dan berikan bantuan yang benar-benar diperlukan.

Sebab, ukuran kepedulian bukanlah seberapa banyak kata-kata yang diucapkan, melainkan seberapa nyata tindakan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Semoga kisah Dg Tuman menjadi perhatian bersama dan mendorong langkah konkret dari keluarga, masyarakat, pemerintah desa, serta Dinas Sosial agar ia mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Jangan biarkan seorang manusia kehilangan martabatnya hanya karena kemiskinan dan keterbatasan. Setiap warga berhak mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk hidup dengan layak.

Reporter : Ssttu

Tanggapi Berita Ini