Example floating
Kampus

Tim Universitas Musamus Raih Most Innovative Research Awards pada IAPA Annual Conference 2026

×

Tim Universitas Musamus Raih Most Innovative Research Awards pada IAPA Annual Conference 2026

Sebarkan artikel ini

Faktual.net, Purwokerto – Tim akademisi Universitas Musamus, Merauke, Papua Selatan, berhasil meraih penghargaan Most Innovative Research Awards dalam ajang IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP UNSOED 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada 21–23 Oktober 2026.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA) bersama rangkaian International Conference on Public and Social Humanities (ICPSH) FISIP UNSOED 2026 ini menjadi forum akademik untuk mendiskusikan perkembangan administrasi publik, tata kelola pemerintahan, dinamika sosial, dan tantangan pembangunan di tengah transformasi digital serta perubahan global. Dalam forum tersebut, para akademisi berbagi hasil penelitian dan gagasan untuk menjawab berbagai persoalan tata kelola dan pembangunan.

Penghargaan tersebut secara khusus diraih oleh tim penulis Universitas Musamus melalui makalah berjudul “Whose Green Transition? Political Ecology and the Governance of Strategic National Projects in South Papua, Indonesia”. Tim peraih penghargaan ini terdiri atas Syahrabudin Husein Enala, David Laiyan, Edoardus E. Maturbongs, Frederikus Antonius Mana, Fitriani, dan Antonius Nggewaka.

Capaian tim tersebut merepresentasikan kontribusi akademisi Universitas Musamus dalam forum ilmiah internasional. Secara kelembagaan, Universitas Musamus menjadi institusi asal tim peraih penghargaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi lingkungan akademik yang menaungi pengembangan kajian sosial dan tata kelola, sedangkan Jurusan Ilmu Administrasi Negara berkontribusi melalui relevansi bidang keilmuan administrasi publik, kebijakan publik, dan tata kelola pemerintahan yang menjadi fokus penelitian.

Penelitian yang mengantarkan tim meraih penghargaan tersebut mengkaji dinamika proyek strategis nasional di Papua Selatan, terutama hubungan antara agenda pembangunan, keberlanjutan ekosistem, keadilan ekologis, dan kepentingan masyarakat adat. Melalui perspektif ekologi politik dan tata kelola kolaboratif, tim menelaah pentingnya memastikan agar proses pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan.
Tim peneliti mengusulkan pendekatan Indigenous-Sensitive Green Governance, yakni tata kelola pembangunan hijau yang mempertimbangkan hak, pengetahuan, dan kepentingan masyarakat adat. Gagasan tersebut diharapkan memperkaya diskusi mengenai tata kelola pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya dalam konteks pembangunan di Papua Selatan.

Baca Juga :  Tim Universitas Musamus Raih Most Innovative Research Awards pada IAPA Annual Conference 2026

Bagi Universitas Musamus, penghargaan ini menjadi capaian tim akademisi dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan persoalan pembangunan daerah dan memperoleh pengakuan dalam forum ilmiah. Bagi FISIP, capaian tersebut memperkuat peran lingkungan akademik fakultas dalam mendorong kajian sosial dan tata kelola pembangunan. Sementara itu, bagi Jurusan Ilmu Administrasi Negara, penelitian ini menunjukkan relevansi keilmuan administrasi publik dalam menganalisis kebijakan pembangunan, relasi pemerintah dan masyarakat, serta perlindungan kepentingan masyarakat adat.

Keberhasilan tim peraih penghargaan ini diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan publikasi ilmiah, dan memperluas kolaborasi akademik di lingkungan Universitas Musamus. Capaian tersebut sekaligus menegaskan kontribusi akademisi Universitas Musamus dalam membawa persoalan lokal Papua Selatan ke dalam diskusi ilmiah yang lebih luas serta menawarkan gagasan bagi pengembangan tata kelola pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Tanggapi Berita Ini