faktual.net,Takalar,Sulsel – Aliansi aktivis mahasiswa dan pemuda Takalar resmi bersatu. Solidaritas Aktivis Mahasiswa Sulawesi Selatan (SAMASELA) dan Gerakan Mahasiswa Pemerhati Reformasi Indonesia (GMPRI) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar tidak masuk angin dalam mengusut dugaan 5 skandal korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Takalar.
Pernyataan sikap bersama ini disampaikan langsung oleh dua pimpinan lembaga dalam Konferensi Pers bertajuk “LIMA LUKA DI TUBUH PENDIDIKAN TAKALAR”, sabtu (10/10/2026).
Ketua Solidaritas Aktivis Mahasiswa Sulawesi Selatan, Amuba, dan Ketua GMPRI, Muh Nur Isra, menegaskan komitmen bersama mengawal pendidikan Takalar.
“Kami SAMASELA dan GMPRI bersatu karena luka pendidikan Takalar sudah terlalu dalam. Jika 5 skandal miliaran ini dibiarkan mandek, maka hukum di Takalar dianggap mati. Kami tidak akan diam sementara anak-anak di Polut, Galesong, Pattallassang belajar dengan buku sobek dan atap bocor,” tegas Amuba dan Muh Nur Isra dalam pernyataan bersama.
5 SKANDAL YANG DIDESAK SEGERA DIUSUT:
1. SMART SCHOOL YANG TIDAK SMART ANGGARANNYA
Dugaan biaya penginapan program Smart School menyerap Dana BOS tidak sesuai Juknis.
2. Rp641,7 JUTA MENGUAP TANPA ATURAN
Belanja anggaran Disdikbud senilai Rp641,7 Juta diduga tidak sesuai aturan pengadaan.
3. PASSIRIKIA BOS: PELATIHAN ATAU PESTA?
Pelatihan ARKAS “Passirikia BOS” 2026 diduga langgar Juknis, anggaran dominan untuk hotel dan konsumsi.
4. REVITALISASI YANG TIDAK MEREVITALISASI MORAL
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 diduga tidak sesuai Juknis dan spesifikasi.
5. BUKU Rp4,34 MILIAR DAN BAYANG-BAYANG OKNUM CAMAT
Pengadaan buku Rp4,34 Miliar diduga melibatkan oknum Camat sebagai broker.
ULTIMATUM 7 HARI UNTUK KEJARI TAKALAR
Dalam pernyataan sikap bersama, SAMASELA dan GMPRI menyampaikan 3 tuntutan:
Mendesak Kejari Takalar segera menerbitkan Sprindik penyelidikan atas 5 skandal tersebut.
Mendesak Inspektorat dan BPK melakukan audit investigatif transparan.
Jika dalam 7 hari tidak ada progres, aliansi akan menggelar aksi akbar di depan Kantor Kejari dan Disdikbud Takalar, serta membawa laporan resmi ke Kejati Sulsel dan KPK RI.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Dikbud Takalar belum memberikan tanggapan. Konfirmasi Faktual.Net belum dibalas.
Reporter : Asman













