Faktual.Net, Batang, Jateng – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan langsung untuk menjenguk para korban kasus dugaan keracunan makanan pasca-konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran yang mengenakan kemeja hitam didampingi oleh jajaran pejabat Pemkab Batang dan tim medis. Wapres berdialog langsung dengan salah satu pasien anak di ruang perawatan untuk memastikan kondisi terkini serta penanganan medis yang diberikan.
“Masih merasakan apa? Sakit perut? Lemes? tanya Wapres Gibran saat menanyakan kondisi pasien. Pasien anak tersebut merespons bahwa kondisinya sudah membaik dan rasa lemasnya mulai berkurang,” katanya saat ditemui di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026).
Selain meninjau kondisi siswa, Wapres juga berkoordinasi dengan tim medis terkait penanganan korban dari kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia. Ia juga menanyakan terkait penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP) yang diduga menyebabkan keracunan pada para prlahar dan orangtua yang berdada di Kecamatan Bawang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan SPPG tersebut sudah ditutup. Dan sudah dihentikan sementara. Data Terbaru Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB)
“Berdasarkan laporan resmi dari Tim Surveilans Imunisasi & KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Senin 28 September 2026 pukul 07.00 WIB, total akumulasi kasus dugaan keracunan makanan di wilayah Bawang, Batang mencapai 674 orang,” jelasnya.
Berikut rincian penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan:
RSUD Limpung: Total 78 kasus (73 rawat inap, 10 pasien masih dirawat, 63 pulang, 5 rawat jalan). RSUD Batang: Total 96 kasus (96 rawat inap, 16 pasien masih dirawat, 80 pulang). Puskesmas Bawang: Total 611 kasus (393 rawat jalan, 182 dirujuk, 8 pasien masih rawat inap dari total 36 rawat inap). Puskesmas Subah: Total 26 kasus (seluruhnya telah dinyatakan sembuh/pulang). Puskesmas Gringsing 1: Total 10 kasus (9 pulang/rawat jalan, 1 dirujuk). Puskesmas Bandar 1: Total 20 kasus (17 pernah rawat inap, kini seluruhnya telah pulang/rawat jalan). Faskes Lainnya: Total 63 pasien mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan lain.
“Secara keseluruhan, tersisa 34 pasien yang saat ini masih menjalani perawatan intensif rawat inap di seluruh faskes Kabupaten Batang. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan terus berkoordinasi untuk memantau pemulihan para korban serta melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap penyedia layanan pangan program MBG,” ujar dia.













