Faktual.net – WAMENA – 26 September 2026 – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap terus berlangsungnya kekerasan dan dampaknya terhadap masyarakat sipil di Tanah Papua.
Dalam situasi konflik bersenjata, masyarakat sipil merupakan kelompok yang harus mendapatkan perlindungan paling utama. Mereka tidak boleh menjadi korban, sasaran, ataupun alat dalam pertarungan kepentingan politik dan keamanan.
Karena itu, YKKMP menyampaikan satu pesan kemanusiaan yang sederhana tetapi sangat penting:
DIALOG TIDAK PERNAH MEMBUNUH SIAPAPUN
Dialog membuka ruang untuk mendengar.
Dialog membuka ruang untuk memahami.
Dialog membuka ruang untuk mencari jalan keluar.
Dan dialog dapat membuka jalan untuk menyelamatkan kehidupan manusia.
DIALOG BUKAN BERARTI MEMBENARKAN KEKERASAN
YKKMP menegaskan bahwa seruan dialog tidak boleh dipahami sebagai pembenaran terhadap kekerasan, pembunuhan, penyanderaan, penyerangan, maupun tindakan lain yang melanggar hukum.
Sebaliknya, dialog harus berjalan bersama dengan penghormatan terhadap hukum, penegakan keadilan, penghormatan HAM, serta perlindungan terhadap korban dan warga sipil.
Setiap dugaan tindak pidana dan pelanggaran HAM harus ditangani melalui proses hukum yang adil, transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dialog dan penegakan hukum bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama untuk menghentikan kekerasan dan mencari penyelesaian yang bermartabat.
MASYARAKAT SIPIL TIDAK BOLEH TERUS MENJADI KORBAN
YKKMP melihat bahwa konflik yang berkepanjangan membawa dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Masyarakat kehilangan rasa aman. Keluarga kehilangan anggota keluarganya. Sebagian masyarakat terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya. Aktivitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial terganggu.
Guru, tenaga kesehatan, pekerja kemanusiaan, perempuan, anak-anak, masyarakat adat Papua, maupun warga non-Papua yang tinggal dan bekerja di Papua memiliki hak yang sama untuk hidup aman dan terlindungi.
Hak untuk hidup tidak boleh dibedakan berdasarkan suku, agama, asal daerah, identitas, ataupun posisi seseorang dalam masyarakat.
Tidak boleh ada warga sipil yang dibunuh hanya karena dituduh sebagai bagian dari kelompok tertentu.
Tidak boleh ada warga sipil yang menjadi sasaran karena identitasnya.
Tidak boleh ada masyarakat yang dipaksa menanggung akibat dari konflik yang tidak mereka pilih.
KETIKA KEKERASAN TERUS MENGHASILKAN KORBAN, RUANG DIALOG HARUS DIBUKA
YKKMP berpandangan bahwa ketika kekerasan terus menghasilkan korban jiwa, pengungsian, ketakutan, dan penderitaan masyarakat, maka ruang dialog harus semakin diperluas.
Dialog bukan tanda kelemahan.
Dialog adalah keberanian untuk menghentikan siklus kekerasan dan mencari penyelesaian melalui jalan damai.
Berbagai persoalan yang menjadi bagian dari konflik Papua harus dapat dibicarakan secara terbuka, termasuk persoalan politik, keamanan, HAM, pembangunan, masyarakat adat, hak ulayat, pengungsian, perlindungan warga sipil, serta persoalan lain yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Komnas HAM juga telah menekankan pentingnya pendekatan dialog dan perdamaian dalam upaya memutus siklus kekerasan di Papua.
DIALOG HARUS MELIBATKAN PARA PIHAK YANG RELEVAN
YKKMP mendorong agar dialog tidak menjadi forum yang hanya mempertemukan sebagian pihak, sementara pihak lain yang berkepentingan dan terdampak tidak didengar.
Dialog harus dirancang secara hati-hati, aman, inklusif, bermartabat, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Pemerintah, masyarakat Papua, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, korban dan keluarga korban, masyarakat sipil, akademisi, serta pihak-pihak lain yang relevan perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka.
Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang paling kuat.
Tujuannya adalah mencari jalan keluar dari konflik dan menyelamatkan kehidupan manusia.
JANGAN MENUNGGU KORBAN BERIKUTNYA
YKKMP mengajak semua pihak untuk melihat persoalan Papua dari perspektif kemanusiaan.
Ketika satu nyawa manusia hilang, yang kehilangan bukan hanya satu orang. Ada keluarga yang berduka, anak yang kehilangan orang tua, orang tua yang kehilangan anak, dan masyarakat yang kembali hidup dalam ketakutan.
Karena itu, jangan menunggu korban berikutnya untuk mulai mencari jalan keluar.
Jangan menunggu lebih banyak darah tertumpah untuk membuka ruang dialog.
Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk menghentikan kekerasan, melindungi masyarakat sipil, menegakkan hukum, dan membuka ruang penyelesaian secara damai.
SERUAN YKKMP KEPADA SEMUA PIHAK
YKKMP menyerukan:
Pertama, kepada Pemerintah Republik Indonesia, agar membuka dan memperkuat ruang dialog yang serius, terukur, aman, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik di Papua.
Kedua, kepada TNI dan Polri, agar dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah konflik menempatkan perlindungan warga sipil, prinsip HAM, kehati-hatian, akuntabilitas, dan hukum sebagai dasar tindakan.
Ketiga, kepada kelompok bersenjata, agar menghentikan tindakan yang mengancam atau merenggut kehidupan warga sipil serta menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan.
Keempat, kepada seluruh pihak, agar tidak menggunakan masyarakat sipil sebagai alat, sasaran, maupun bagian dari strategi konflik.
Kelima, kepada lembaga penegak hukum dan lembaga HAM, agar setiap dugaan pelanggaran HAM dan tindak pidana terhadap warga sipil diselidiki secara profesional, independen, transparan, dan berdasarkan bukti.
Keenam, kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, dan organisasi masyarakat sipil, agar bersama-sama menjadi jembatan perdamaian dan perlindungan kemanusiaan.
Ketujuh, kepada media dan masyarakat, agar menyampaikan informasi berdasarkan fakta, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan tidak memperkeruh situasi yang dapat membahayakan warga sipil.
PESAN YKKMP
1. YKKMP tidak ingin masyarakat Papua maupun warga non-Papua terus hidup dalam ketakutan.
2. YKKMP tidak ingin anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar karena konflik.
3. YKKMP tidak ingin keluarga terus kehilangan orang yang mereka cintai.
4. YKKMP tidak ingin tenaga kesehatan, guru, pekerja kemanusiaan, maupun masyarakat biasa menjadi korban karena konflik yang berkepanjangan.
Karena itu, demi kepentingan kemanusiaan, dialog harus diberi ruang.
Dialog untuk mencari jalan keluar.
Dialog untuk menghentikan kekerasan.
Dialog untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Dialog untuk memulihkan kepercayaan.
Dialog untuk membangun perdamaian.
DIALOG TIDAK PERNAH MEMBUNUH SIAPAPUN
Sebaliknya, dialog dapat menjadi jalan untuk menyelamatkan kehidupan manusia.
Jangan menunggu korban berikutnya.
Selamatkan manusia.
Hentikan kekerasan.
Lindungi warga sipil.
Buka ruang dialog.
Bangun perdamaian berdasarkan keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP)
Wamena, 26 September 2026
Theo Hesegem
1. Direktur Eksekutif YKKMP
2. Pembela HAH di Papua
Red/JS













