faktual.net, Kendari, Sultra -Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Periode 2026-2030 akhirnya memasuki babak akhir. Senat UHO resmi mengajukan penjadwalan ulang Rapat Senat Tertutup pada Rabu, 23 September 2026.
Penjadwalan ulang tersebut tertuang dalam Surat Senat Nomor 164/DST/UN29.1/KP.05.02/2026 tanggal 17 September 2026 yang ditandatangani Ketua Senat Prof. Dr. H. Jamili, M.Si.
Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) itu, rapat dijadwalkan pukul 08.30 WITA di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UHO dengan agenda tunggal pemilihan calon rektor.
Ketua Senat Uho, Prof. Dr. H. Jamili, M.Si. menegaskan bahwa tanggal 23 September itu baru merupakan permintaan dari Senat, belum final. Keputusan final menunggu surat resmi dari Kementerian.
“Ini permintaan Senat untuk tanggal 23, tapi belum ada informasi dari sana. Finalnya kita tunggu surat pemberitahuan dari Kementerian, datangnya siapa, jam berapa pelaksanaannya. Karena sekarang semua infonya ada di tangan Menteri,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemilihan dilakukan bersama dengan komposisi 35 persen suara Menteri dan 65 persen suara Senat. Total ada 74 suara yang diperebutkan, terdiri dari 49 suara anggota Senat dan sekitar 26 suara Menteri.
“Siapa suara terbanyak, itu calon rektor terpilih,” tegasnya.
Tiga calon yang akan dipilih adalah hasil seleksi tiga besar. Peringkat pertama Prof. Ida, kedua Prof. Takdir Saili, dan ketiga Dr Herman. Sebelumnya ada 11 bakal calon, kemudian disaring menjadi tiga besar yang dikirim ke Kementerian.
Ketiga kandidat tersebut dinyatakan sudah menyelesaikan seluruh tahapan. Berkas riwayat hidup dan visi misi telah ditelusuri rekam jejaknya oleh Inspektorat, dan telah menjalani wawancara asesmen langsung oleh Menteri pada 11 September 2026 lalu.
Terkait molornya jadwal yang sebelumnya ditargetkan 10 Agustus 2026, Ketua Senat menjelaskan bukan karena kendala pusat, melainkan karena pergantian Plt. Rektor. Plt. sebelumnya Prof. Herman berakhir pada 25 Agustus 2025, sehingga jadwal harus menyesuaikan Plt. baru yang bertugas hingga Desember 2026.
“Deadline-nya menyesuaikan tugas PLT. Jadi tidak boleh lewat bulan Desember,” jelasnya.
Meski belum memiliki Rektor definitif, Senat memastikan roda akademik tetap berjalan. Dalam setahun terakhir Senat telah menggelar lebih dari 20 kali rapat untuk membahas usulan pangkat dosen, pembukaan prodi baru, hingga merekomendasikan 34 dosen untuk jabatan lektor kepala dan guru besar.
UHO sendiri mengaku siap kapan saja jika Menteri atau yang dikuasakan hadir.
“Sepanjang kapan pun beliau datang kita siap, karena panitia sudah ada. Yang disiapkan tinggal kertas suara 74 dan atur ruangan,” pungkasnya.













