Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Penertiban Harga BBM Bersubsidi di Tompobulu Menuai Apresiasi Masyarakat

×

Penertiban Harga BBM Bersubsidi di Tompobulu Menuai Apresiasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

faktual,net,Gowa,Sulsel — Operasi penertiban terkait harga jual BBM bersubsidi jenis Pertalite di wilayah Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat.

Penertiban tersebut dilakukan oleh jajaran Polsek Tompobulu/Polresta Gowa bersama anggota Koramil 1409 Tompobulu serta dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (17/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait dugaan adanya permainan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite yang dijual oleh sejumlah pengecer atau pelangsir di wilayah Kelurahan Malakaji.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, sejumlah pihak sebelumnya telah diberikan peringatan agar tidak menjual BBM dengan harga yang dinilai terlalu tinggi. Namun, peringatan tersebut disebut masih kerap diabaikan.

Kapolsek Tompobulu, AKP Kamal Rajab, S.Pd., saat ditemui awak media Faktual Net di ruang kerjanya menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya merupakan langkah penertiban sekaligus memberikan peringatan kepada para pengecer agar menjual BBM jenis Pertalite dengan harga yang wajar.

“Saya sering kali memperingatkan agar tidak menjual BBM dengan harga tinggi, namun peringatan tersebut kerap diabaikan,” ungkap AKP Kamal Rajab.

Ia menambahkan, langkah penertiban tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya keresahan di tengah masyarakat akibat perbedaan harga BBM yang terlalu tinggi.

“Tindakan yang dilakukan anggota ini sebagai bentuk peringatan agar para pelangsir menjual BBM jenis Pertalite dengan harga yang wajar. Langkah yang kita ambil ini guna memberikan efek jera kepada oknum yang memainkan harga,” jelasnya.

Setelah dilakukan penertiban, pihak terkait kemudian dipanggil untuk membahas penyeragaman harga. Untuk sementara, harga yang disepakati disebut berada pada kisaran Rp15.000 untuk Pertalite dan Rp20.000 untuk Pertamax.

Baca Juga :  Sosialisasi Pentingnya Nutrisi, Kodim Batang Undang Pakar Gizi

“Setelah kita lakukan penindakan, kita panggil pihak terkait untuk meratakan harga, mulai dari Rp15 ribu untuk Pertalite dan Rp20 ribu untuk sementara waktu,” kata AKP Kamal Rajab.

Pengecer Berikan Klarifikasi

Sementara itu, pihak pengecer yang diamankan bersama sejumlah jeriken (cergen) berisi BBM memberikan klarifikasi terkait dugaan penjualan Pertalite melalui jeriken.

Pihak pengecer membantah bahwa BBM Pertalite dijual dengan harga di atas Rp15.000 sebagaimana informasi yang beredar.

“Kami menjual BBM jenis Pertalite dengan harga Rp15 ribu. Adapun aduan kepada pihak kepolisian bahwa kami menjual melalui cergen, itu tidak benar. Cergen yang berserakan di luar dalam keadaan kosong,” ungkap pihak pengecer.

Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan sejumlah jeriken tersebut berkaitan dengan kebutuhan distribusi makanan bergizi gratis (MBG) di wilayah Malakaji.

“Mengenai isu yang kemarin soal cergen, kami membawakan pihak MBG yang ada di Malakaji untuk dipakai mendistribusikan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah,” jelasnya.

Dari hasil penertiban tersebut, pihak pengecer kemudian membuat pernyataan sikap terkait penyeragaman harga BBM jenis Pertalite. Langkah tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sejumlah jeriken yang diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Tompobulu untuk kepentingan pengamanan barang bukti dan pemeriksaan lebih lanjut. Jeriken tersebut diduga digunakan sebagai sarana untuk mendistribusikan BBM kepada pengecer lainnya.

Penertiban ini diharapkan dapat menjaga ketertiban dalam pendistribusian BBM di wilayah Kecamatan Tompobulu serta memberikan kepastian harga bagi masyarakat.

Reporter: Dhenkjallo

Tanggapi Berita Ini