faktual.net,Makassar,Sulsel – Ditengah langkahnya Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan Gas Elpiji 3 Kg, Gerbang Reformasi Alauddin Makassar (Geram) menyikapi hal tersebut yang sangat meresahkan masyarakat Sulawesi Selatan, (13/09/2026).
Geram menilai bahwa isu kelangkaan energi tersebut kini sengaja digiring dan dimanfaatkan oleh aktor politik tertentu, upaya sistematis untuk mendowngrade reputasi Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Koordinator GERAM Bung Aim menyatakan bahwa masalah distribusi BBM di lapangan merupakan wilayah teknis dan operasional yang menjadi tanggung jawab pihak regulator serta instansi terkait di daerah,
Oleh karena itu, mengaitkan masalah antrean kendaraan di SPBU secara langsung untuk menyerang figur Bahlil Lahadalia dinilai sebagai langkah yang tidak proporsional dan sarat akan muatan politis.
“Kami melihat ada indikasi kuat bahwa persoalan teknis ini sengaja dipolitisasi. Tujuannya jelas, memanfaatkan situasi demi merusak citra politik Partai Golkar dan kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia yang saat ini tengah solid, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan,” tegas perwakilan GERAM di Makassar.
Menurut GERAM, upaya menyudutkan Menteri ESDM di tengah situasi ini berpotensi mengaburkan akar persoalan yang sebenarnya terjadi di jalur distribusi logistik regional.
Pihaknya meminta agar semua elemen masyarakat dan mahasiswa jeli melihat persoalan secara objektif dan tidak terjebak dalam agenda politik praktis yang berlindung di balik isu hajat hidup orang banyak.
Menutup pernyataan, GERAM mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk segera mengoptimalkan pasokan dan menyelesaikan antrean di SPBU agar kondusivitas di Sulawesi Selatan tetap terjaga tanpa adanya distorsi informasi yang merugikan pihak-pihak tertentu.
Reporter : Sattu














