Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Headline

Pascal Brascho Nababan Siswa SMP Strada Nawar Bekasi: Ingin Jadi Pengacara Bermusik Demi Ubah Indonesia,  Lihat Negara Menurun, Banyak Koruptor & Kemiskinan

×

Pascal Brascho Nababan Siswa SMP Strada Nawar Bekasi: Ingin Jadi Pengacara Bermusik Demi Ubah Indonesia,  Lihat Negara Menurun, Banyak Koruptor & Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

Faktual.net – Bekasi, Jawa Barat – Minggu, 7 September 2026 — Di usia yang masih sangat muda, tepatnya 14 tahun dan duduk di bangku kelas 9 SMP Strada Nawar, Pascal sudah memiliki pemikiran dan cita-cita yang luar biasa dewasa. Berasal dari Jakarta namun berdarah Medan, yang dilahirkan tanggal 24 Desember 2012 itu, Paskal menyampaikan harapan besarnya untuk masa depan: ingin menjadi pengacara sekaligus pengusaha, dan juga berbakat dalam musik — semuanya demi satu tujuan: mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

Pascal adalah putra tunggal pasangan dari Pdt..Cornelius Nababan, S.Th dan Sabrina Turnip.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu
Ayah ibu Pascal dari kiri no 4 dan 7: Pdt. Cornelius Nababan, S.Th. dan Sabrina Turnip

“Saya melihat di gambaran Indonesia ini sudah rusak. Saya sudah melihat keadaan Indonesia menurun, banyak kemiskinan, banyak koruptor. Jadi saya memilih untuk mengubah negara ini menjadi yang lebih baik ke depannya,” ujar Pascal.

DUA PANGGILAN, SATU TUJUAN: PENGACARA DAN BISNISMAN

Ketika ditanya cita-cita, Paskal mengaku mendapat dua saran berbeda: ada yang menyuruhnya jadi pengusaha, ada yang menyarankan jadi pengacara. Dan jawabannya? Keduanya mau!

“Ada yang bilang saya harus jadi bisnisman, ada yang bilang saya harus jadi pengacara. Dari dua itu mana yang kau pilih? Semua saya mau.” tegas Pascal.

Pilihan menjadi pengacara bukan karena pengaruh orang tua, melainkan murni dari pengamatannya sendiri terhadap kondisi bangsa. Meski mengaku belum menemukan pengacara yang benar-benar menjadi teladan — “tengok-tengok pengacara semuanya enggak jelas” — ia tetap teguh pada pilihannya, berharap kelak dirinyalah yang menjadi pengacara yang paling jelas dan membawa perubahan.
BAKAT MUSIK SEJAK KECIL — DIAJARKAN OLEH GURU YANG SANGAT BERKESAN

Selain cita-cita mulia, Paskal juga menyimpan bakat musik yang luar biasa. Ia mulai belajar musik sejak kelas 3 SD, dan sudah berganti lima guru musik. Dari kelima guru itu, satu orang paling berkesan baginya — bukan pengajar formal, melainkan seseorang yang melayani di gereja, yang mengajarinya komposisi selama tiga bulan.

Baca Juga :  Sah Secara Hukum - Prianto Masuk Ke Mahkamah Agung RI: Hak Lahan Adat Harus Dipenuhi

“Dari lima guru itu keren-keren semua. Tapi yang paling keren itu dia enggak pengajar, dia malah melayani di gereja. Diajarin oleh Pak komposisi tiga bulan,” ucap Pascal.

Pascal Brascho Nababan bersama Opung tercinta: Pdt. Hotman Nababan

Ia bermimpi bisa menggabungkan dua dunia: pengacara yang juga bermusik — orang yang otak kiri dan otak kanan sama-sama berfungsi baik. Sebuah cita-cita yang unik dan menunjukkan kedalaman jiwa seorang Pascal.

KAGUM PADA KDM, PESAN UNTUK CALON PRESIDEN

Anak muda ini juga memiliki pandangan yang jelas tentang pemimpin negara. Ia mengagumi Dedi Mulyadi. Bahkan, ia menyampaikan pesan yang menyentuh hati untuk Bapak Dedi Mulyadi:

“Saya ingin Bapak menjadi presiden. Karena saya melihat Pak Prabowo semuanya omon-omon di pidatonya, kalau saya melihat Bapak berpidato saya sangat pesona Bapak. Jadi saya mohon omongan saya diterima. Kalau nggak diterima, saya ngambek, nangis!” Imbuh Pascal.

Pascal Brascho Nababan

PESAN INSPIRATIF: ANAK 14 TAHUN YANG BERPIKIR UNTUK NEGARA

Di usia di mana anak-anak seusianya biasanya masih bermain dan berpikir tentang masa depan secara umum, Paskal sudah memikirkan nasib negara. Ia melihat korupsi, kemiskinan, dan penurunan kualitas bangsa — dan ia ingin menjadi bagian dari solusinya.

“Siapapun itu pasti punya masalah. Tapi harapan saya: Indonesia menjadi lebih baik, tidak ada koruptor, tidak ada kemiskinan. Dan saya ingin menjadi pengacara yang juga bermusik — supaya bisa membantu orang dan menghibur sekaligus,” Pascal.

Pascal adalah bukti bahwa cinta pada negara tidak mengenal usia. Bahkan di usia 14 tahun, seseorang sudah bisa memiliki visi untuk mengubah Indonesia. Semoga cita-cita Pascal terwujud — menjadi pengacara yang adil, pengusaha yang jujur, musisi yang menginspirasi, dan di atas semua itu: pembawa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.

Reporter: Johan Sopaheluwakan

Tanggapi Berita Ini