Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Upah Tukang Sapu Masjid Agung Syekh Yusuf Disebut Terlambat, Petugas Keluhkan Pembayaran Dua Bulan

×

Upah Tukang Sapu Masjid Agung Syekh Yusuf Disebut Terlambat, Petugas Keluhkan Pembayaran Dua Bulan

Sebarkan artikel ini

faktual.net,Gowa,Sulsel — Persoalan keterlambatan pembayaran upah kembali dikeluhkan oleh petugas kebersihan atau tukang sapu yang bekerja di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa.

Seorang petugas mengaku hingga saat ini belum menerima pembayaran upah yang telah ditandatangani untuk periode dua bulan. Kondisi tersebut disebut bukan kali pertama terjadi, bahkan keterlambatan pembayaran telah berulang sejak mekanisme pencairan dana dilakukan melalui rekening bank.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

“Sudah ditandatangani dua bulan, tapi belum diterima juga,” ungkap seorang petugas.

Menurutnya, sebelumnya pembayaran upah bersumber langsung dari kas masjid sehingga prosesnya relatif lancar dan tidak pernah mengalami keterlambatan seperti sekarang.

“Dulu selalu dari dana masjid. Waktu kas di masjid, lancar, tidak pernah terlambat. Sekarang sudah dibuatkan kartu ATM dan masuk melalui Bank BPD, itu yang selalu terlambat,” keluhnya.

Petugas tersebut juga mengaku telah berupaya menanyakan persoalan itu kepada pihak terkait. Namun, menurut pengakuannya, ketika mendatangi bagian keuangan, dirinya diarahkan untuk berkoordinasi dengan bagian kesejahteraan rakyat (Kesra). Sementara pihak Kesra disebut kembali mengarahkan persoalan tersebut kepada bagian keuangan.

“Kalau pergi ke bagian keuangan, katanya ke Kesra. Ke Kesra bilang ke keuangan. Itumi yang bikin bingung,” katanya.

Ia menyebut saldo dana di masjid bahkan disebut masih tersedia dalam jumlah lebih dari Rp80 juta. Karena itu, dirinya mempertanyakan alasan keterlambatan pembayaran upah para petugas kebersihan.

“Katanya saldo di Masjid Agung ada lebih dari Rp80 juta. Tapi kenapa pembayaran kami selalu terlambat?” ujarnya.

Selain keterlambatan, besaran upah yang diterima petugas juga disebut mengalami perubahan. Sebelumnya, petugas menerima sekitar Rp1,5 juta per bulan, ditambah uang makan sekitar Rp100 ribu setiap minggu.

Baca Juga :  Sirajuddin Djusuf Kader GMD Gerindra Masa Depan Kobarkan Semangat Soliditas di Diklat Laskar Gerindra Malino

Namun, saat ini upah yang diterima disebut hanya sekitar Rp1,3 juta per bulan, sementara uang makan mingguan tersebut sudah tidak diberikan lagi.

“Dulu Rp1,5 juta, ada juga uang makan setiap minggu Rp100 ribu. Sekarang Rp1,3 juta, tidak ada lagi uang makan. Itu pun terlambat,” ungkapnya.

Ia juga menyebut hanya satu orang petugas yang sejauh ini menerima pembayaran, sementara dirinya masih menunggu pencairan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat para petugas kebersihan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ini sudah dua bulan yang ditandatangani, tapi belum juga diterima. Sudah beberapa kali seperti ini,” keluhnya.

Para petugas berharap pihak pengelola Masjid Agung Syekh Yusuf bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pengelolaan dan pencairan dana, termasuk penyebab keterlambatan pembayaran upah.

Mereka juga berharap pembayaran upah dapat dilakukan tepat waktu, mengingat pekerjaan sebagai petugas kebersihan merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan jamaah yang beribadah di masjid.

Hingga berita ini disusun, awak media telah berupaya mengonfirmasi persoalan pembayaran upah tersebut melalui pesan singkat WhatsApp kepada pihak Kesra. Namun, sangat disayangkan, pihak Kesra berinisial Dini belum memberikan tanggapan. Konfirmasi dari pihak terkait tetap diperlukan agar informasi mengenai penyebab keterlambatan dan kondisi saldo dana dapat diketahui secara utuh.

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini