Faktual.Net – KAMPUNG TUGU, JAKARTA UTARA – 27 Agustus 2026 – Sebuah momen penuh kebanggaan dan kehangatan terukir di Kampung Tugu saat Ikatan Keluarga Besar Tugu (IKBT) yang diketuai Rensyi Jane Rusyard Michiels bersama GPIB Tugu dengan Ketua Majelis Jemaat Pdt. Josep Bates Raku, S.Si.Teol., sukses menyelenggarakan Festival Kampung Tugu 2026 dalam rangka memperingati 279 tahun Gedung Gereja Tugu yang bersejarah.
Rangkaian acara yang berlangsung dari 15 hingga 23 Agustus 2026 ini bukan sekadar perayaan ulang tahun gedung, melainkan pernyataan persatuan yang kokoh dari seluruh keluarga besar komunitas Portugis-Tugu. Puncak perayaan pada Minggu pagi menjadi bukti nyata bahwa meski berabad-abad berlalu, ikatan persaudaraan tetap tak terputus.
Momen paling menyentuh hati dan menjadi jiwa seluruh perayaan terlihat saat pawai keluarga besar enam marga Tugu berjalan beriringan dengan penuh kebanggaan, Abrahams, Andries, Braune, Cornelis, Michiels, dan Quiko. Berjalan berdampingan, satu hati, satu langkah, satu kampung, simbol bahwa perbedaan nama keluarga tak pernah memisahkan darah dan sejarah yang sama.
“Meskipun waktu telah berlalu ratusan tahun, ikatan persaudaraan dan sejarah leluhur tetap menyatu dalam satu hati dan satu kampung.”
Kehadiran Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, beserta jajaran semakin memperkuat makna persatuan ini. Beliau memberikan apresiasi sekaligus dukungan nyata dari pemerintah daerah, menegaskan bahwa Kampung Tugu bukan milik segelintir orang, melainkan warisan seluruh warga Jakarta yang wajib dijaga dan dikembangkan bersama-sama. Pernyataan ini menjadi pengakuan resmi bahwa persatuan yang dibangun komunitas Tugu adalah teladan bagi seluruh ibu kota.
Sebelum pawai dan pentas seni, seluruh warga diawali dengan Ibadah Ucapan Syukur yang pelayanan firman disampaikan oleh Pdt. Gomar Gultom, Ketua Majelis Pertimbangan PGI menegaskan bahwa persatuan ini berakar pada iman yang sama.
Rangkaian perayaan yang hangat dan penuh kebersamaan juga terlihat dari Turnamen Domino berhadiah utama Rp 20 juta, Senam Kreasi, Fun Games, serta penampilan Paduan Suara dan Band yang memadukan nada keroncong Tugu dengan lagu-lagu kebangsaan, menyatukan hati tua dan muda. Pentas seni budaya mulai dari Musik Keroncong Tugu, Tarian Noni Tugu, Gambang Kromong, hingga kehadiran bintang tamu spesial Once Mekel, semakin menyempurnakan perayaan yang penuh kebersamaan ini.
Lomba Mewarnai bagi anak-anak dan Bazar UMKM menegaskan: persatuan ini juga ditujukan untuk masa depan. Semoga semangat yang dipersembahkan enam marga Tugu ini terus bersinar, sehingga Kampung Tugu kelak dapat diakui sebagai Warisan Budaya Dunia bukan hanya milik satu komunitas, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.
Reporter : Johan Sopaheluwakan
















