Faktual.Net, Kendari – Suasana haru sempat mewarnai sidang ujian promosi doktor Bupati Konawe Utara, Ikbar, S.H., M.H., ketika dirinya menyampaikan perjalanan hidup yang penuh perjuangan hingga berhasil menempuh pendidikan doktoral, Kamis (9/7/2026) di Kampus Pasca UHO.
Dalam sambutannya, Ikbar mengatakan bahwa keberhasilan akademik diraih bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan doa, kerja keras, kesabaran, dan dukungan banyak pihak.
“Hari ini bukan sekadar agenda akademik. Hari ini adalah bagian penting dari perjalanan hidup, perjalanan belajar, dan perjalanan pengabdian saya. Ilmu adalah sebuah proses. Tidak ada pencapaian yang datang secara tiba-tiba. Semua melalui doa, kesabaran, kerja keras, dan dukungan dari banyak orang,” ungkapnya.
Di hadapan tim penguji, dosen, dan tamu undangan, Ikbar mengenang masa kecilnya yang lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana.
Ia mengungkapkan bahwa semangat menempuh pendidikan tinggi berawal dari pesan almarhum sang ayah sebelum meninggal dunia.
Menurut Ikbar, sang ayah berpesan agar dirinya terus belajar dan tidak menyerah pada keterbatasan hidup. Pesan itulah kemudian menjadi motivasi hingga akhirnya dirinya mampu menyelesaikan pendidikan doktor.
“Saya belajar bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh keadaan awal seseorang, tetapi oleh kemauan untuk terus bergerak, terus belajar, dan tidak mudah menyerah. Sebab, seseorang tidak boleh lupa dari mana ia berasal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap amanah yang diterimanya harus selalu berpijak pada nilai-nilai kerendahan hati, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ikbar turut menceritakan perjalanan kariernya di dunia pemerintahan. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Konawe Utara periode 2019–2024 sebelum akhirnya dipercaya masyarakat menjadi Bupati Konawe Utara untuk periode 2025–2030.
Menurutnya, menjadi kepala daerah di usia relatif muda, merupakan amanah besar yang menuntut dirinya untuk terus belajar, mendengarkan aspirasi masyarakat, mengambil keputusan secara bijaksana, serta memberikan teladan dalam kepemimpinan.
“Bagi saya, pemimpin bukan hanya memberi perintah, tetapi juga memberi contoh,” katanya.
Dalam pemaparan akademiknya, Ikbar menjelaskan bahwa pendidikan doktor bukan semata-mata untuk memperoleh gelar, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat cara berpikir ilmiah dan meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan sebagai kepala daerah.
Dirinya menilai bahwa pemerintahan yang baik tidak cukup hanya bermodalkan niat baik, tetapi harus didukung ilmu pengetahuan, data yang akurat, sistem kepemimpinan efektif, serta budaya organisasi yang sehat.
Karena itu, lanjutnya, tema disertasi yang diangkat berkaitan dengan kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan kinerja aparatur pemerintahan dinilai sangat relevan dengan tugasnya sebagai kepala daerah.
“Saya berharap ilmu yang diperoleh dari proses akademik ini tidak berhenti di ruang ujian atau hanya tertuang dalam disertasi, tetapi dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.
Pada akhir sambutan, Ikbar menyampaikan apresiasi kepada Universitas Halu Oleo, Program Pascasarjana, promotor, ko-promotor, para dosen, tim penguji, serta seluruh sivitas akademika yang telah membimbingnya selama menempuh pendidikan doktor.
Ia mengakui bahwa proses penyusunan disertasi tidak selalu mudah. Berbagai kritik, masukan, dan koreksi dari para pembimbing justru menjadi bagian penting dalam membentuk kualitas karya ilmiah dan memperkaya cara berpikirnya.
“Ilmu menuntut kerendahan hati. Kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mematangkan. Masukan bukan untuk melemahkan, tetapi memperkuat kualitas berpikir dan kualitas karya ilmiah,” tutup Ikbar.
DEL















