Faktual.net – Jakarta – Selasa, 7 Juli 2026 – Keluarga mendiang Taty Hartaty menceritakan perjalanan kondisi kesehatan yang dialami almarhumah sebelum akhirnya berpulang ke rahmatullah. Menurut keterangan keluarga, awalnya almarhumah justru jarang mengeluh sakit, meski tanda-tanda penurunan kesehatan perlahan mulai terlihat.
Putri almarhumah menceritakan, beberapa bulan sebelum dirawat intensif, berat badan ibunya terus turun drastis tanpa diketahui penyebab pastinya.
“Awalnya Mami tidak pernah mengeluhkan rasa sakit. Yang kami lihat hanya badannya semakin kurus dari hari ke hari,” ujarnya.
Kondisi kemudian memburuk saat almarhumah mulai mengalami kesulitan buang air besar disertai pembesaran perut. Hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan adanya penyempitan pada usus yang diduga disebabkan oleh tumor, sehingga menghambat saluran pencernaan.
Berdasarkan pertimbangan medis, almarhumah menjalani operasi pengangkatan bagian usus yang tersumbat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun pasca-tindakan, kondisi belum membaik seperti yang diharapkan: jumlah trombosit turun drastis hingga sekitar 30.000, jauh di bawah batas normal. Meski sudah beberapa kali ditransfusikan, angkanya hanya naik menjadi sekitar 49.000.
Dokter sempat menduga ada gangguan pada stoma dan merencanakan operasi lanjutan, namun akhirnya dibatalkan setelah musyawarah antara keluarga dan tim medis.
Selama berjuang melawan sakit, almarhumah pernah dirawat secara bergantian di RS Harapan Bunda, RS Budi Asih, RS Fatmawati, hingga akhirnya dirujuk ke RSCM. Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit masih menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi atas jaringan yang diangkat, sehingga belum dapat dipastikan apakah tumor tersebut bersifat ganas atau jinak.
Di balik perjuangan panjangnya, keluarga mengenang Taty Hartaty sebagai sosok yang penuh semangat, kreatif, dan menginspirasi. Sejak muda ia bercita-cita menjadi jurnalis, dan baru sempat mewujudkannya di tahun-tahun terakhir kehidupannya. Selain di dunia pers, almarhumah juga gemar berkarya seni, menciptakan lagu seperti “Indonesia Maju” dan “Lestari Kebaya Indonesia” sebagai wujud cinta pada bangsa dan budaya.
Keluarga berharap semangat, karya, dan jejak perjuangan almarhumah dapat terus dikenang dan diteruskan oleh generasi mendatang.
Reporter: Linna















