Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Resmi Dicanangkan, Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Wakatobi Siap Cetak Potensi Ekonomi Daerah

×

Resmi Dicanangkan, Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Wakatobi Siap Cetak Potensi Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Wakatobi, Haliana, SE bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Wakatobi saat mencanangkan secara simbolitas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Jumat, (12/6/2026), bertempat di Aula Luna Garden, Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.
Example 468x60

faktual.net, Wakatobi, Sultra. Pemerintah Kabupaten Wakatobi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Jumat, (12/6/2026), bertempat di Aula Luna Garden, Wangi-Wangi Selatan. Kegiatan yang berlangsung setiap sepuluh tahun sekali ini menjadi momentum awal pendataan seluruh unit usaha di wilayah kepulauan tersebut guna mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih presisi dan berkelanjutan.

Kepala BPS Kabupaten Wakatobi, Abdul Murat Musyafir, SST., ME, dalam laporannya menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi bertujuan memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi dan potensi ekonomi Indonesia. Seluruh usaha di Kabupaten Wakatobi, baik berskala perusahaan maupun usaha rumah tangga, akan menjadi cakupan pendataan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan ekonomi yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai kondisi dan potensi ekonomi Indonesia sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tersedianya data berkualitas menjadi harapan besar dari pelaksanaan sensus ini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tersedia data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipercaya untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Tiga tujuan utama pencanangan SE2026 disampaikannya, yakni menandai dimulainya rangkaian kegiatan sensus, meningkatkan kesadaran dan dukungan pemangku kepentingan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Dari total 103 petugas lapangan, sebanyak 46 orang hadir dalam acara pencanangan yang berasal dari Kecamatan Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan. Pelatihan petugas dilaksanakan dalam dua tahap, yakni: pembelajaran mandiri online melalui LMS-NG (MOOC) pada 29 hingga 31 Mei 2026, serta pembelajaran klasikal offline pada 1 sampai 11 Juni 2026 di Villa Nadila dan Luna Garden. Adapun pendataan lapangan akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Bupati Wakatobi, H. Haliana, S.E. , dalam sambutannya menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis nasional yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, perencanaan investasi, pengembangan usaha, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan kegiatan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Suaib, S.Sos Bersama Warga Gotong Royong Renovasi Masjid Baitul Makmur Desa Ulujangang

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh pelaku usaha di daerah tersebut.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha di Kabupaten Wakatobi, baik usaha mikro, kecil, menengah, maupun usaha besar, untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus,” pungkas Bupati dua periode tesebut.

Beliau juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan dukungan penuh demi kelancaran dan kualitas data yang dihasilkan. Data yang diberikan pelaku usaha, tegasnya, dijamin kerahasiaannya sesuai peraturan perundang-undangan.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Wakatobi H. Haliana, S.E., secara resmi mencanangkan dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Wakatobi. Beliau berharap pelaksanaan sensus berjalan sukses dan menghasilkan data akurat untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS Kabupaten Wakatobi, sebanyak 103 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 disebar ke seluruh kecamatan di kepulauan Wakatobi. Rinciannya, Kecamatan Wangi-Wangi sebanyak 24 orang, Wangi-Wangi Selatan (daratan) sebanyak 24 orang, ditambah wilayah kepulauan yang secara administratif masuk ke kecamatan tersebut yakni Kapota Utara (1 orang), Kabita (2 orang), dan Wisata Kollo (1 orang) sehingga total menjadi 28 orang. Selanjutnya, Kecamatan Kaledupa 6 orang, Kaledupa Selatan 11 orang, Tomia 10 orang, Tomia Timur 10 orang, Binongko 8 orang, dan Togo Binongko 4 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang bertindak sebagai Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 90 orang lainnya sebagai Petugas Pendataan Lapangan (PPL). Berdasarkan pengelompokan per pulau, PML tersebar sebagai berikut: Pulau Wangi-Wangi (mencakup Kecamatan Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan) sebanyak 6 orang, Pulau Kaledupa (mencakup Kecamatan Kaledupa dan Kaledupa Selatan) sebanyak 3 orang, Pulau Tomia (mencakup Kecamatan Tomia dan Tomia Timur) sebanyak 2 orang, serta Pulau Binongko (mencakup Kecamatan Binongko dan Togo Binongko) sebanyak 2 orang.

Dengan cakupan wilayah yang tersebar di gugusan kepulauan, sinergi antara petugas lapangan (PPL dan PML), Sit-in serta Instruktur Daerah (Inda) yang merupakan pegawai BPS Kabupaten Wakatobi, dan masyarakat setempat menjadi faktor krusial demi kelancaran pendataan dan kualitas data yang dihasilkan.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit