Example floating
Example floating
Berita

BPS Wakatobi Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Puluhan Petugas dari Seluruh Kepulauan

×

BPS Wakatobi Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Puluhan Petugas dari Seluruh Kepulauan

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Kabupaten Wakatobi, Abdul Murat Musyafir, SST., MM., saat memberikan sambutan pada Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 pada Selasa, 2/6/2026, di Aula Luna Garden, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Wakatobi.
Example 468x60

faktual.net, Wakatobi, Sultra. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wakatobi menyelenggarakan pelatihan Sensus Ekonomi 2026 pada Selasa, (2/6/2026) di Aula Luna Garden, Wangi-Wangi Selatan pada Selasa, (2/6/2026), dengan tema “Mencatat Ekonomi Indonesia”. Pelatihan gelombang I kelas B ini diikuti oleh 21 orang Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 2 orang Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang berasal dari Pulau Binongko dan Pulau Kaledupa.

Berdasarkan informasi resmi BPS Wakatobi, total peserta pelatihan secara keseluruhan mencapai 116 orang yang tersebar dalam dua gelombang dan empat kelas, meliputi Gelombang I Kelas A dan B serta Gelombang II Kelas A dan B. Para petugas yang dilatih berasal dari seluruh kecamatan di Wakatobi, yaitu Wangi-Wangi, Wangi-Wangi Selatan, Binongko, Togo Binongko, Kaledupa, Kaledupa Selatan, Tomia, Tomia Timur.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kepala BPS Kabupaten Wakatobi, Abdul Murat Musyafir, SST., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa RPJPN 2025-2026 membutuhkan data ekonomi yang akurat karena adanya tantangan transformasi ekonomi, digitalisasi usaha, perubahan struktur dan dinamika global, serta kebutuhan data ekonomi yang lengkap, mutakhir, dan berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa dampak konflik global seperti Iran-Israel dan Ukraina-Rusia sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia, sehingga baik pemerintah maupun masyarakat membutuhkan data yang berkualitas dan akurat untuk merencanakan pembangunan dan usahanya.

Menurutnya, cakupan usaha saat ini telah berubah drastis dibandingkan 10 atau 30 tahun lalu, terutama dengan adanya usaha berbasis belanja online dan digital, yang menjadi tantangan tersendiri pada Sensus Ekonomi 2026.

Baca Juga :  Melalui Semangat Gotong Royong, Warga Kampung Bongkialla Bersama Pemdes Rappolemba Lanjutkan Pengecoran Jalan Penghubung ke Malakaji

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) naungan BPS RI ini juga menyampaikan bahwa kunci keberhasilan sensus terletak pada metodologi yang tepat, instrumen pendataan yang memadai, proses bisnis yang handal, koordinasi dan dukungan stakeholder, pemanfaatan teknologi informasi, quality control, serta kesiapan dan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan instruktur dan petugas.

Pihak BPS Wakatobi juga telah melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Wakatobi untuk mendapatkan dukungan dalam proses pendataan demi menghasilkan data yang akurat. Pelatihan kali ini dilaksanakan selama 3 hari efektif untuk pembekalan secara utuh, yang sebelumnya telah didahului dengan mengikuti pembelajaran mandiri online melalui platform LMS-NG pada tanggal 29–31 Mei 2026 dengan total 10 Jam Pelajaran.

Ia mengharapkan seluruh peserta untuk fokus, serius, disiplin, aktif berdiskusi, dan ia menggarisbawahi pentingnya disiplin waktu serta pendataan yang lengkap. “Sensus ini bukan hanya milik BPS tetapi milik kita semua, milik bangsa Indonesia,” tegas Abdul Murat.

Ia juga menambahkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi sensus yang terbaik. “Harapannya, seluruh peserta benar-benar belajar dengan baik selama pelatihan, dan nanti di lapangan bisa diterapkan ilmu yang sudah diperoleh selama pelatihan, sehingga data yang kita peroleh itu berkualitas dan menjadi landasan bagi pemerintah untuk perencanaan pembangunan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (red)

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit