Example floating
Example floating
Headline

IBADAH PEWARNA INDONESIA: Perkuat Kebersamaan dan Kerukunan dalam Terang Janji Allah

×

IBADAH PEWARNA INDONESIA: Perkuat Kebersamaan dan Kerukunan dalam Terang Janji Allah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – JAKARTA – Ibadah persekutuan Pewarna Indonesia digelar pada Kamis, 28 Mei 2026, dengan penuh sukacita dan pengharapan. Dalam kebaktian yang dipusatkan pada kekuatan doa dan persatuan umat ini, Pdt. Jetty Luker bertindak sebagai Pelayan Firman, menyampaikan pesan rohani yang mengajak seluruh jemaat untuk kembali memaknai pentingnya kebersamaan, kerukunan, dan ketergantungan kepada Tuhan di tengah perjalanan iman.

Mengambil dasar ayat dari Kisah Para Rasul 1:14, Pdt. Jetty Luker memulai khotbahnya dengan meneladani pengalaman para murid Yesus. Saat Tuhan Yesus naik ke surga, para murid sempat merasa kehilangan arah dan tujuan. Namun, ingatan akan janji Yesus untuk mengirimkan Penolong, yaitu Roh Kudus, menjadi kekuatan yang menyatukan mereka. Kesimpulan yang diambil para murid saat itu sangat jelas: mereka harus tetap berkumpul dan menjaga kebersamaan dalam doa.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu


“Hal ini sangat penting bagi kita sebagai umat Nasrani, menjadi pola hidup sehari-hari. Bagi Pewarna Indonesia, kebersamaan adalah kunci utama agar kita mampu melihat dan mengalami karya Allah yang nyata. Tanpa persatuan dan kebersamaan, kita akan sulit melihat apa yang sedang Tuhan kerjakan di tengah-tengah kita. Dan hal inilah yang sangat dirindukan hati Allah,” tegas Pdt. Jetty Luker dalam penyampaiannya.

Pesan ini diperkuat dengan penggalan dari Mazmur 133, yang berbunyi betapa baik dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dan hidup rukun. Menurut beliau, makna kerukunan ini bukan sekadar berkumpul secara fisik, melainkan adanya rasa persatuan yang tumbuh di dalam hati setiap orang. Di dalam kebersamaan dan doa itulah kuasa Allah hadir dan bekerja besar, sebagaimana sejarah mencatat bagaimana ribuan jiwa datang percaya dan mendengar kabar keselamatan saat Injil diberitakan dalam satu persekutuan.

Lebih lanjut, Pdt. Jetty mengingatkan bahwa semangat menjadi pewarta Injil harus terus dijaga agar pesan keselamatan didengar oleh banyak orang. Semangat ini tidak hanya dibawa saat ibadah saja, tetapi harus melekat dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari berdoa dalam perjalanan, mendoakan sesama, hingga menyampaikan ucapan berkat dan sukacita kepada anak cucu, keluarga, dan sesama.

Jaga Kepercayaan dan Tetap Setia Melayani

Di tengah khotbahnya, Pdt. Jetty Luker juga menyampaikan pesan yang menyentuh hati terkait tanggung jawab dan kepercayaan yang telah Tuhan berikan. Beliau sempat mengangkat contoh renungan sederhana: “Kita angkat jempol untuk Ketua Umum kita, namun pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita hanya berdoa sebulan sekali atau setahun sekali saja?”

Pertanyaan ini disampaikan untuk mengingatkan bahwa tugas dan kepercayaan yang dititipkan Tuhan kepada kita kadang terabaikan karena rasa malas atau terhanyut oleh situasi sekitar. Namun, di situlah peran Roh Kudus sangat dibutuhkan sebagai Penolong yang senantiasa mengingatkan dan menguatkan iman kita agar tidak kendor.

Baca Juga :  Panitia Ampro Pattimura Big Fight 2026 Dorong Pemprov Maluku Utara Pastikan Kehadiran di Acara 29 Mei 2026 

Berbagi pengalaman pribadi saat melayani jemaat di desa dan saat menjabat sebagai Ketua MUKI di Lumajang, Pdt. Jetty menyadari beragam karakter manusia yang dihadapi. Ada yang mudah tersinggung, ada yang tegar, ada yang mendengarkan dengan baik, dan ada juga yang membutuhkan bimbingan lebih. Di tengah perbedaan tersebut, beliau percaya satu hal: “Jikalau kita kurang memberikan diri kita kepada-Nya, justru Dia yang akan memberikan segala sesuatu dengan cuma-cuma. Peran Roh Kuduslah yang memampukan saya melayani hingga hari ini,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Menutup pesan rohani malam itu, Pdt. Jetty Luker menegaskan bahwa kebersamaan dalam Tuhan memampukan kita untuk bekerja sama dengan siapa saja, melampaui perbedaan, dan menerima janji-janji kemurahan Tuhan. “Berkat perjanjian yang besar itu hanya dimiliki oleh mereka yang ada di dalam Kristus. Dan berkat itu akan semakin terasa manisnya ketika kita hidup dalam kerukunan, sukacita, dan damai sejahtera,” tambahnya.

Rangkaian Doa Syafaat: Dukungan bagi Pelayanan, Bangsa, dan Program Kerja

Momen ibadah semakin khusyuk saat memasuki sesi doa syafaat yang dipimpin oleh para hamba Tuhan dan pemimpin pelayanan, memanjatkan permohonan khusus sesuai dengan fokus doa masing-masing:

🔹 Pdt. Lukman Panji memimpin doa syafaat secara khusus bagi seluruh keluarga besar PEWARNA Indonesia, memohon perlindungan dan bimbingan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan.
🔹 Pdt. Antonius Natan naik ke depan untuk berdoa bagi bangsa dan negara, memohon kasih karunia, persatuan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia di bawah pimpinan yang ada.
🔹 Mas Jojo turut memimpin doa persekutuan bagi PEWARNA Indonesia, memohon agar persaudaraan dan kasih di antara para pelayanan senantiasa diperbarui.
🔹 Pdt. Suwito memanjatkan doa khusus untuk kegiatan-kegiatan mendatang PEWARNA Indonesia, terutama dalam persiapan mendekati pelaksanaan Character Building, Pelatihan Jurnalistik, dan kegiatan Doa Bagi Bangsa. Doa ini dipimpin agar seluruh persiapan dan pelaksanaan berjalan sesuai rencana Tuhan dan menghasilkan dampak rohani yang besar.

Ibadah malam itu ditutup dengan doa penutup dan pemberkatan Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. T. Deen. Seluruh jemaat dipulangkan dengan hati yang penuh sukacita, tekad yang kuat, dan semangat persatuan yang semakin kokoh sebagai modal utama menjadi pewarta keselamatan yang membawa dampak bagi banyak jiwa. (Red/ JS)

 

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit