Example floating
Example floating
Headline

Dies Natalis Ke-55, Candra Aditya Nugraha Serukan Tiga Pilar Manifesto ‘HIKMAHBUDHI Muda’

×

Dies Natalis Ke-55, Candra Aditya Nugraha Serukan Tiga Pilar Manifesto ‘HIKMAHBUDHI Muda’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – Perayaan hari lahir himpunan mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) yang ke-55, bertema “55 Tahun HIKMAHBUDHI: Atta Dipa Bhava – Menjadi Pelita Bagi Bangsa” yang mencerminkan semangat untuk menjadikan diri sendiri sebagai sumber cahaya, inspirasi, dan penggerak perubahan, sehingga HIKMAHBUDHI mampu terus hadir sebagai organisasi yang progresif, humanis dan bermanfaat bagi sekitar. Perayaan digelar di Aula Kemendiktisaintek, Jakarta pusat. Kamis (21/5).

Menandai perjalanan panjang lebih dari setengah abad, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI), Candra Aditya Nugraha, S.Sos., M.IKOM menyampaikan orasi kebangsaan yang sarat akan refleksi historis dan visi masa depan. Memasuki babak era baru, Candra mendeklarasikan arah perjuangan organisasi melalui “Manifesto HIKMAHBUDHI Muda”.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam orasinya, Candra menegaskan bahwa usia 55 tahun bukan sekadar deretan angka visual, melainkan sebuah simbol keteguhan dalam menjaga nilai-nilai luhur, membangun generasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi NKRI.

“HIKMAHBUDHI berdiri sebagai rumah perjuangan intelektual dan spiritual mahasiswa Buddhis Indonesia. Organisasi ini bukan wadah untuk bermimpi pasif, melainkan ruang penempaan karakter, penguatan moralitas, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengabdian tulus kepada masyarakat,” tegas Candra dalam pidatonya yang disambut antusias.

Di hadapan ratusan kader dan tokoh nasional, Candra membedah tiga formula esensial yang terkandung di dalam Manifesto HIKMAHBUDHI Muda sebagai motor penggerak transformasi sosial;
Modern dalam Gerakan (Adaptif Tanpa Kehilangan Identitas), Religiositas dalam Kehidupan (Menjadikan Dharma sebagai Kompas Moral), Intelektual dalam Perjuangan (Membangun Budaya Sains dan Generasi Kritis).

Menutup orasi kebangsaannya, Candra Aditya Nugraha menegaskan bahwa komitmen keindonesiaan dan nasionalisme HIKMAHBUDHI sudah final dan tidak perlu diragukan lagi. Organisasi ini harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelita yang membawa manfaat riil di sektor pendidikan, sosial, ekonomi, hingga literasi lingkungan.

Ia menularkan pesan pembakar semangat bagi seluruh mahasiswa Buddhis di Indonesia untuk terus konsisten melangkah maju demi peradaban.

“Jangan manja, jangan mengeluh! Ketika tangan masih bisa bergerak, kaki masih bisa melangkah, mata masih bisa melihat, dan pikiran masih cerah, teruslah menatap ke depan. Jaga keluhuran, jadilah seperti batu karang yang tak tergoyahkan di tengah gelombang. Mari kita bersama-sama menyalakan kebijaksanaan, merawat kemanusiaan, dan membangun peradaban bangsa,” pungkas Candra secara heroik.

Baca Juga :  Pimpin Rapat Krusial, Letkol Inf (Purn) G Borlak Instruksikan Panitia 'Pattimura Big Fight 2026' Terapkan Standar Protokoler Tinggi

Wakil Menteri Dikti, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menegaskan pentingnya menjaga eksistensi organisasi kemahasiswaan seperti HIKMAHBUDHI. Menurutnya, organisasi mahasiswa merupakan kawah candradimuka bagi kader bangsa.

“Sebagai organisasi mahasiswa, saya kira (HIKMAHBUDHI) penting untuk tetap dijaga. Karena ini adalah satu kawah candradimuka bagi anak-anak muda kader bangsa dalam rangka membekali dirinya menjadi generasi yang baik. Organisasi itu kan miniatur kehidupan,” ujar Wamen Diktisainstek di Aula Kemendiktisaintek.

Wamen Diktisainstek menjelaskan bahwa di dalam organisasilah para calon pemimpin bangsa berkumpul dan menggembleng kapasitas diri secara mental maupun intelektual.

“Di situlah belajar dikritik, belajar dipuji, belajar tidak disukai orang, dan belajar disukai. Disukai saja itu perlu belajar. Karena kalau tidak, itu akan menjadi pemimpin yang hanya ingin dipuji. Kalau sudah hanya ingin dipuji, maka tidak akan terjadi balance (keseimbangan),” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen kementeriannya untuk terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai organisasi mahasiswa.

Mengingat mahasiswa adalah stakeholder utama Kemendiktisaintek, pihak kementerian merasa wajib mendampingi dan mengantarkan mereka sesuai dengan passion masing-masing.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kemendiktisaintek mempersilakan fasilitas kementerian digunakan oleh mahasiswa.

“Salah satu komitmennya adalah tempat ini bagi mereka adalah rumah mereka. Silakan digunakan untuk kebaikan, untuk menempa diri,” tambah Wamen.

Ia pun memandang kepengurusan organisasi sebagai sebuah etape atau tempat belajar, bukan tempat beristirahat, untuk mempersiapkan diri masuk ke ekosistem masyarakat yang lebih luas.

“HIKMAHBUDHI saya kira salah satu organisasi yang memiliki komitmen moral yang kuat. Itu harus kita dorong terus, karena untuk menjaga keberlanjutan (sustainability) bangsa ini tidak hanya bisa mengandalkan teknologi saja, tetapi karakter bangsa itu yang lebih utama,” tegasnya.

Dukungan dari pihak kementerian tersebut sejalan dengan orasi kebangsaan yang disampaikan oleh Ketum PP HIKMAHBUDHI, Candra Aditya Nugraha yang mendeklarasikan perjuangan baru melalui “Manifesto HIKMAHBUDHI Muda”.

Reporter: Rosmauli

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit