Example floating
Example floating
Headline

Simposium Guru Besar Teologi Kristen dan Peresmian Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI) 

×

Simposium Guru Besar Teologi Kristen dan Peresmian Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI) 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – Selasa, 19 Mei 2026 – Atas gagasan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia bersama para Guru Besar Teologi Kristen, diselenggarakan kegiatan Simposium Guru Besar Teologi Kristen dan Peresmian Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI) dengan tema “Akselerasi, Peningkatan, dan Sustainabilitas PTKKI.” Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan perguruan tinggi keagamaan Kristen dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi Kristen di Indonesia.

Sebelum pelaksanaan simposium, kegiatan ini diawali dengan audiensi Forum Guru Besar Teologi Kristen bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. Dalam audiensi tersebut dibahas berbagai isu strategis terkait pengembangan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen, peningkatan kapasitas dosen, penguatan budaya akademik, serta pentingnya kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi Kristen. Dalam arahannya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa Kementerian Agama merupakan kementerian untuk semua agama yang memiliki peran sentral dalam menciptakan harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Beliau juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2025 hingga 2026, indeks kepuasan terhadap kerukunan umat beragama dimensi toleransi menunjukkan capaian yang sangat tinggi (88,82%), disertai dengan kondisi sosial yang relatif stabil dengan tingkat demonstrasi yang sangat rendah. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa Guru Besar Teologi memiliki peran yang tidak hanya terbatas sebagai ilmuwan, tetapi juga sebagai cendekiawan yang mampu memberikan pencerahan moral, spiritual, dan sosial bagi masyarakat. Selanjutnya, Direktur Jenderal Bimas Kristen menyampaikan tujuan pembentukan Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI) sebagai wadah kolaborasi strategis sekaligus mitra Ditjen Bimas Kristen dalam mendukung peningkatan mutu PTKKI secara berkelanjutan.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan buku berjudul “Teologi dan Kurikulum Cinta Berbeda Agama dan Kepercayaan” yang diserahkan oleh Prof. Dr. Benyamin F. Intan, Ph.D selaku Dewan Pengawas BMPTKKI sekaligus salah satu penulis buku kepada Menteri Agama RI. Buku tersebut adalah bentuk penghargaan antara Ditjen Bimas Kristen dan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) kepada Menteri Agama RI, khususnya atas peran dan komitmen beliau dalam memperkuat moderasi beragama, membangun ruang dialog lintas iman, serta mendorong terciptanya kehidupan beragama yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban di Indonesia.

Kegiatan simposium yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 di Ruang Pertemuan DBK Kementerian Agama RI dan dihadiri oleh pimpinan dan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK) dari seluruh Indonesia, dengan jumlah peserta luring sebanyak 145 orang dan peserta daring sebanyak 438 orang. Kegiatan diawali dengan makan siang bersama dan dilanjutkan dengan ibadah pembukaan. Dalam rangkaian ibadah tersebut, Pdt. Prof. Dr. John A. Titaley, Th.D. menyampaikan khotbah yang berkesinambungan dengan tema utama kegiatan dengan mendasarkan perenungannya pada nats dari Pengkhotbah 5:17. Melalui khotbah tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi Kristen bukan hanya tanggung jawab akademik, tetapi juga bagian dari panggilan spiritual dalam melayani gereja, masyarakat, dan bangsa.

Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi melalui laporan kegiatan yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Kristen, Dr. Suwarsono, M.M. Dalam laporannya, beliau menyampaikan pentingnya forum ilmiah dan kolaboratif seperti simposium ini sebagai ruang penguatan mutu akademik, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan jejaring antar PTKKI di Indonesia. Laporan tersebut juga menegaskan komitmen Direktorat Pendidikan Kristen dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pendidikan tinggi Kristen yang unggul dan berkelanjutan. Direktur Pendidikan Kristen mengakhiri laporan kegiatannya dengan membacakan susunan Pengurus FDGBTKI (sementara) yang bertugas untuk menyiapkan legalitas forum ini. Kepengurusan tersebut yaitu Prof. Dr. Stevri P. N. Indra Lumintang, D.Th., Th.D., Ph.D. (Ketua), Prof. Dr. Telhalia, D.Th. (Wakil Ketua), Prof. Dr. Harianto GP, D.Th., D.Ed. (Sekretaris), dan Prof. Dr. Gernaida Pakpahan, M.Th., D.Min. (Bendahara).

Baca Juga :  Pimpin Rapat Krusial, Letkol Inf (Purn) G Borlak Instruksikan Panitia 'Pattimura Big Fight 2026' Terapkan Standar Protokoler Tinggi

Acara kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dan Arahan Mutu PTKK oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., sekaligus peresmian Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI). Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya percepatan peningkatan mutu PTKKI melalui penguatan tata kelola institusi, peningkatan kualitas dosen, pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik antar perguruan tinggi. Peresmian FDGBTKI menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Kristen yang lebih kuat, berkualitas, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah sesi keynote speaker yang menghadirkan Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si. dengan materi mengenai “Regulasi Terkini Pengajuan Guru Besar.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai kebijakan terbaru terkait proses pengajuan jabatan akademik guru besar serta tantangan yang dihadapi dosen dalam memenuhi standar akademik nasional. Materi ini mendapat perhatian besar dari peserta karena relevan dengan upaya peningkatan jumlah guru besar di lingkungan PTKKI.

Simposium ini juga menghadirkan tiga belas pembicara undangan, yaitu para Guru Besar dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (PTKKI), yang membahas berbagai topik strategis terkait pengembangan mutu pendidikan tinggi keagamaan Kristen. Beragam topik tersebut menunjukkan bahwa pengembangan mutu PTKKI membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, kolaboratif, dan berkelanjutan. Adapun narasumber dan materi meliputi:

– Prof. Dr. Samuel Benyamin Hakh, D.Th. – “Perjalanan Mutu PTKKI sejak 2000”
– Prof. Dr. Harianto GP., D.Th., D.Ed. – “Efektivitas Peningkatan Mutu: Peran Ditjen Bimas Kristen”
– Prof. Dr. Daniel Ronda, Th.M. – “Profesor dan Panggilan Akademik: Melampaui Jabatan, Membangun Dampak!”
– Prof. Dr. Maidiantius Tanyid, M.Th. – “Strategi Penjaminan Mutu PTKKI”
– Prof. Dr. Stevri P. N. Indra Lumintang, D.Th., Th.D., Ph.D. – “Akselerasi Peningkatan Mutu PTKKI”
– Prof. Dr. Binsar J. Pakpahan, Ph.D. – “Integritas dan Tugas Guru Besar”
– Prof. Dr. Muner Daliman, M.Pd.K., D.Th. – “Penguatan Kapasitas Dosen PTKKI”
– Prof. Dr. Sonny Zaluchu, D.Min., DSA. – “Membangun Reputasi Akademik Dosen PTKK”
– Prof. Dr. Frans Pantan, M.Th., D.Min. – “Cendikiawan Humanis: Keramahan Intelektual dan Kepekaan Kemanusiaan”
– Prof. Dr. Ir. Benyamin F. Intan, Ph.D. – “Strategi Menulis Artikel Bereputasi”
– Prof. Dr. Ir. Armand Barus, Ph.D. – “Akselerasi Publikasi Ilmiah Jurnal Q-1”
– Prof. Dr. Junihot Simanjuntak, M.Pd.K. – “Peran Strategis Penelitian Dosen sebagai Pilar Peningkatan Mutu PTKKI”
– Prof. Dr. Telhalia, M.Th., D.Th. – “Pengabdian Masyarakat yang Membumi”

Melalui pelaksanaan Simposium Guru Besar Teologi Kristen dan Peresmian FDGBTKI ini, diharapkan lahir semangat baru dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi para pemimpin pendidikan Kristen untuk membangun masa depan PTKKI yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, tanpa kehilangan identitas spiritual dan nilai-nilai pelayanan Kristen. (Red/JS)

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit