FAKTUAL.NET, JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari Senin,(20/01/2020), dilaksanakan Natal BPD Gereja Betel Indonesia. Biarpun masih musim hujan dan sebagian kota Jakarta masih tergenang banjir, akan tetapi itu tidak menyurutkan semangat para pejabat/gembala dan hamba-hamba Tuhan Gereja Betel Indonesia untuk menghadiri Ibadah Natal dan Syukuran Tahun Baru.
Ada yang naik perahu karet untuk untuk selanjutnya beralih transportasi, itu semata boleh terjadi karena Roh Kudus yang berkarya. Para pejabat/gembala Gereja Bethel Indonesia Se-DKI yang terdiri dari 5 (lima) wilayah : Jakarta Timur, Utara, Barat, Selatan serta Jakarta Pusat, berkumpul di GBI Glow, yang berlokasi di Gedung Thamrin Residence dalam rangka Natal dan Buka Tahun Baru 2020.
Pukul 15.00 WIB tepat, ibadah dimulai dengan diawali kata sambutan dan ucapan selamat datang oleh Ketua Panitia Natal Tahun Baru 2020. Semua yang hadir antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa kesaksian pujian ditampilkan antara lain : persembahan pujian dari para istri gembala, Pahat (Persatuan anak hamba Tuhan/pendeta) Se-DKI Jakarta, dan tak ketinggalan pula yang membuat semakin meriah persembahan pujian artis cantik rohani GBI Regina Poetiray.
Adapun yang berkotbah adalah Pdt. Gilbert Lumoindong yang merupakan Gembala Sidang GBI Glow. Dalam penyampaian Firman Tuhan yang diambil dari Lukas 19:1-10 mengisahkan tentang Zakeus yang bertemu Tuhan Yesus mengalami sukacita besar karena Yesus menyambutnya malahan bersedia datang bertamu ke rumahnya.
Dalam penyampaian khotbahnya yang bertemakan : “Anak Manusia datang Mencari dan Menyelamatkan yang Hilang”. Sebelum menguraikan satu persatu semua yang hadir terlebih dahulu dibawa kepada siapa sebenarnya yang hilang itu? Dijelaskannya, “Yang hilang itu adalah mereka yang melayani tetapi menonjolkan jabatan, bangga dengan jemaat yang dilayani dan menganggap kerdil hamba Tuhan yang baru sadiki jemaat,” ungkap Pdt. Gilbert Lumoindong.
“Melayani juga tapi masih mudah tersinggung dan masih memelihara sakit hati. Jadi intinya bukan hanya Zakheus yang hilang tetapi semua pejabat/gembala serta hamba Tuhan yang masih ada di lingkaran semacam itu, walaupun mereka kelihatannya sibuk melayani namun sebenarnya di mata Tuhan mereka adalah hamba Tuhan yang hilang,” tambahnya lagi.
Ada 5 (lima) hal yang diuraikan secara tandas olehnya supaya kita tidak terhilang di hadapan Tuhan yaitu :
- Percaya adanya mujizat Tuhan. Pejabat/gembala GBI harus percaya muzizat Tuhan dan Roh Kudus sehingga setiap yang sakit dan mempunyai persoalan yang berat mengalami pertolongan dari Tuhan seiring dengan undangan Tuhan Yesus (Matius 11:28-29).
- Jangan Mencari pada diri sebagai pelayan supaya kita yang kelihatan terbesar, terhebat atau paling benar sehingga menganggap yang lain tidak masuk hitungan. Untuk itu menurutnya jika masih ada di antara yang hadir harus bertobat.
- Bukan menjadi apolegetor atau tipe orang doyannya berdebat terus mau menang sendiri. Hari-harinya sarat dengan kritik. Tuhan mau supaya gereja hadir pada saat yang tepat maka yang terhilang dapat diselamatkan.
- Pelayanan jangan kita buat menjadi rutinitas tanpa mau terbeban dengan tanggung jawab yang lebih besar.
- Kita harus menyadari bahwa dalam pelayanan kita, ada peperangan rohani yang menghambat untuk menyelamatkan yang terhilang.
Dengan mengakhiri khotbahnya meminta supaya semua yang hadir mau mengistrospeksi diri masing-masing dan harus meninggalkan gaya pelayanan seperti itu supaya kita berkenan dan menegaskan pula agar kita semakin dipakai Tuhan, para pejabat/gembala GBI harus memegang teguh moto Gereja Betel Indonesia yaitu “Sehati untuk menuntaskan Amanat Agung”. untuk menyelamatkan yang hilang. Doa berkat dibawakan oleh ketua BPD DKI Jakarta Kiki Tjahyadi. Setelah bersalam-salaman, doorprize, foto bersama dan selanjutnya mengamankan kampung tengah alias makan bersama.
(Ps. Fridris Jimson S, S.Th)
















