TIDORE – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tidore Kepulauan resmi memulai seleksi terbuka atlet sepak bola dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Seleksi yang dipusatkan bagi pemain kelahiran 2009 dan 2010 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di Stadion Marimoi, mulai Jumat (24/4) hingga Minggu (26/4).
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi pada hari pertama pelaksanaan. Tercatat sebanyak 185 pemain dari berbagai penjuru Tidore datang menunjukkan bakat mereka di hadapan tim pelatih. Namun, ketatnya persaingan membuat panitia harus melakukan penyusutan pemain secara signifikan. Dari total peserta yang mendaftar, hanya 60 pemain yang dinyatakan lolos untuk melanjutkan seleksi ke tahap berikutnya.
Proses seleksi ini dipimpin langsung oleh duet pelatih berpengalaman, Yakub Hasan sebagai pelatih kepala dan M. Gifar Marsaoly sebagai asisten pelatih, dengan pengawasan ketat dari panitia seleksi internal Dispora.
Pelatih kepala, Yakub Hasan, menegaskan bahwa proses penyaringan akan terus dilakukan hingga hari Minggu mendatang untuk mendapatkan komposisi tim terbaik yang benar-benar siap tempur.
”Hari pertama kita sudah melihat potensi dari 185 anak, dan 60 di antaranya kita pertahankan untuk dipantau lebih jauh. Dari 60 nama ini, pada hari Minggu nanti kita hanya akan memilih 18 pemain terbaik yang akan mengisi skuad inti. Kami mencari pemain yang tidak hanya punya skill, tapi juga mentalitas juara,” ujar Yakub Hasan di sela-sela kegiatan.
Langkah serius ini diambil demi mewujudkan target tinggi yang dipasang oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dispora pada ajang POPDA mendatang.
”Target kami jelas dan tidak main-main, kami ingin membawa pulang gelar Juara 1. Oleh karena itu, seleksi ini dilakukan secara objektif agar 18 pemain yang terpilih nanti adalah putra-putra terbaik Tidore yang mampu bersaing di level daerah,” tegas Yakub.
Seleksi akan terus berlanjut dengan fokus pada simulasi pertandingan dan pemantauan fisik guna memastikan para pemain yang terpilih memiliki daya tahan dan strategi yang mumpuni sebelum memasuki masa pemusatan latihan.
Selain itu, Kota Tidore Kepulauan datang dengan status juara bertahan 2 kali berturut-turut. Jika berhasil meraih Juara 1 kembali pada periode ini, maka piala tersebut akan menjadi Piala Tetap bagi Kota Tidore Kepulauan.
”Tanggung jawab kali ini lebih besar karena kita adalah juara bertahan dua kali berturut-turut. Target kami tidak hanya sekadar menang, tapi membawa pulang piala tersebut sebagai piala tetap ke Kota Tidore. Itulah mengapa seleksi di Stadion Marimoi ini kami lakukan dengan sangat ketat.” Tambah yakub














