faktual.net, Jakarta – Warga atau masyarakat yang keluarganya dimakamkan di TPU Budhidarma Semper Timur Jakarta Utara Kebingungan dengan Hasil proyek penataan Dinas Pertamanan dan Pemakaman Hutan Kota DKI Jakarta yang menggunakan Anggaran Uang Republik Hingga Milyaran Tahun Anggaran 2025, tapi Tidak terlihat fungsinya.

Indah (37) warga kelurahan warakas, yang suami dimakamkan di TPU Budhidarma, ingin jiarah tapi diurungkan karena lokasi tersebut banjir (13/4), dan mengungkapkan keanehan terhadap proyek Dinas tersebut.
“Mungkin saya Bodoh!, tapi saran saja buat Gubernur, Inspektorat, BPK, dan Aparat Penegak Hukum untuk meninjau Lokasi proyek TPU Budhidarma Semper Timur,” Ucapnya.
Lanjutnya, untuk Bapak Walikota Jakarta Utara tidak usah ikut meninjau Lokasi, mungkin beliau baru menjabat jadi Belum Faham.
Masyarakat Pengguna TPU Budhidarma Semper Timur, mendesak Inspektorat dan Kejaksaan untuk meninjau ulang kembali Kegiatan Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025, dengan anggaran Rp. 3.432.609.306,00.

Media online faktual.net, menginformasikan bahwa, pekerjaan pemasangan U-ditch dan pekerjaan Box Culvert diduga tidak semestinya berfungsi alias asal jadi hingga menimbulkan banjir di TPU Budidharma Semper Timur, Cilincing Jakarta Utara.
Tampak saat turun hujan terjadi banjir, TPU Budidharma bagaikan lautan air dikarenakan terjadi penyumbatan saluran, disamping itu juga diakibatkan pekerjaan u- ditch yang nota bene tidak berfungsi.

Kebingungan yang sama juga diakui salah seorang orang warga saat mengunjungi makam orang tuanya, Arman yang sangat kecewa melihat adanya proyek mercusuar yang dianggarkan Dinas Pertamanan Dan Hutan Kota DKI Jakarta asal jadi.
” Saya memang bukan pekerja proyek, tapi baru saya lihat ada Uditch dipasang diatas Jalan, lah airnya mengalir kemana tuh?” beber Arman kepada awak media, Senin. (13/4/2026).
Sebagai catatan! Lebih lanjut dikatakan, disaat Pemerintah saat ini mencanangkan efesiensi anggaran, justru Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melakukan pemborosan anggaran.

Ironisnya, pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak berfungsi karena pemasangan U-ditch saluran tersebut terpasang diatas tanah, bukan didalam tanah, sebagaimana lazimnya pemasangan U-ditch pada umumnya, pungkasnya.
Media online faktual.net, sebelumnya telah memberitakan tentang Pelaksanaan Proyek tersebut berada judul, “Pekerjaan Proyek Kontruksi Di Jakarta Utara Era Gubernur Pramono Anung Diduga Hanya Pejabat Yang Faham!”, dan mengkonfirmasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melalui Aplikasi WA nya, kemungkinan diduga kesibukannya belum sempat untuk Merespon.

Hal yang sama juga pernah dilakukan kepada Kepala Bidang Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Siti Hasni, S.Sos.,M.Si, Sabtu (29/11/2025), juga tidak menggubrisnya alias Mingkem!.Dan juga kontraktor pelaksana PT.Wicaksana Makmur Semesta dan juga Konsultan pengawas PT. Nafi Konsultan Indonesia, belum memberikan penjelasan.
Begitupula hal tersebut dikonfirmasi informasi publik terhadap Kepala Dinas Pertamanan Dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta lr.M.Fajar Sauri, M.Si, hingga berita ini ditayangkan yang bersangkutan bungkam alias tidak merespon.


Media online faktual.net memberikan saran kepada masyarakat yang memakamkan keluarganya di TPU Budhidarma Semper Timur Jakarta Utara, dan Membayar Retribusi, agar Bersabar dan Berdoa, agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan Solusi yang Terbaik.(zul)
















