Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Pengusaha Pribumi Asal Garentong H. Bisman Turun Tangan: Puluhan Juta Digelontorkan, Jalan Poros Provinsi di Dataran Tinggi Gowa Akhirnya Dicor Warga

×

Pengusaha Pribumi Asal Garentong H. Bisman Turun Tangan: Puluhan Juta Digelontorkan, Jalan Poros Provinsi di Dataran Tinggi Gowa Akhirnya Dicor Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net Gowa, Sulsel — 4 April 2026,Di tengah keluhan panjang yang tak kunjung ditanggapi pemerintah, aksi nyata justru datang dari putra daerah. Haji Bisman, pengusaha pribumi sukses asal Garentong, Desa Rappoala, Kecamatan Tompobulu, menggelontorkan dana puluhan juta rupiah untuk memperbaiki ruas jalan poros provinsi yang menghubungkan Kecamatan Manuju, Bungaya, hingga Tompobulu.

Ruas jalan tersebut selama bertahun-tahun berada dalam kondisi rusak parah—berlubang, dipenuhi batuan lepas, dan berubah licin saat hujan. Kondisi ini tak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Kerusakan ini sudah lama dikeluhkan, tapi tidak ada perhatian nyata dari pemerintah provinsi, baik Gubernur maupun Dinas Bina Marga,” tegas Jamaluddin, tokoh masyarakat dataran tinggi Gowa, saat ditemui di lokasi gotong royong.

Jalan poros provinsi ini merupakan jalur vital penghubung antar kecamatan di wilayah dataran tinggi Gowa. Aktivitas ekonomi masyarakat sangat bergantung pada akses tersebut, mulai dari distribusi hasil pertanian seperti jagung, sayuran, dan buah-buahan, hingga mobilitas pelajar dan mahasiswa.

Merespons kondisi itu, Haji Bisman—yang dikenal sukses merintis usaha di Kalimantan—mengaku terpanggil untuk berbuat. Kepeduliannya terhadap kampung halaman mendorongnya untuk mengambil langkah konkret di saat pemerintah dinilai abai.

“Beliau punya ikatan kuat dengan kampung. Banyak keluarga dan warga yang setiap hari melewati jalan ini. Karena itu beliau tidak tinggal diam,” ungkap Jamaluddin.

Baca Juga :  Diduga Ilegal, Aktivitas Tambang Galian Tanah di Pattallassang Gowa Resahkan Warga dan Ancam Lingkungan

Perbaikan jalan dilakukan melalui kolaborasi antara Haji Bisman, para sopir angkutan, dan masyarakat setempat. Mereka bergotong royong mengangkut material dan melakukan pengecoran beton di titik-titik paling kritis, khususnya di tanjakan Batu Massongko yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.

Kerusakan jalan yang berlangsung lama disebut telah memicu banyak insiden di lapangan. Jalan berlubang dan licin membuat kendaraan kerap tergelincir atau kehilangan kendali, terutama saat musim hujan.

Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan warga Desa Mangempang, tetapi juga masyarakat dari desa-desa sekitar serta para sopir angkutan yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Ironisnya, meski berstatus sebagai jalan provinsi yang kerap dijadikan bahan kampanye politik saat pemilihan gubernur dan legislatif, penanganan konkret di lapangan tak kunjung terlihat.

“Secara kewenangan ini jelas tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan. Tapi sampai sekarang belum ada langkah nyata,” lanjut Jamaluddin.

Dalam situasi tersebut, warga akhirnya memilih bertindak. Tanpa menunggu intervensi pemerintah, mereka melakukan kerja bakti secara kolektif demi memastikan akses jalan tetap bisa dilalui.

Aksi gotong royong ini menjadi simbol kuat kekecewaan sekaligus peringatan terbuka bagi pemerintah daerah.

“Ini bukan sekadar kerja bakti. Ini bentuk protes. Gotong royong tidak seharusnya menjadi solusi utama untuk menutup kelalaian negara,” tutup

Reporter : Jamaluddin.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit