Fsktual.net – Bandar Lampung – Sebuah kebanggaan menghampiri Aceh Timur! Sultan Ibrahim, S.Pd, SH, Keuchik Gampong Paya Dua, Kecamatan Peudawa, dinobatkan sebagai Tokoh Muda Pembaharu Terbaik Tingkat Nasional oleh Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) dalam PWDPI Award 2025 yang digelar di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Senin (22/9/2025).
Penghargaan untuk Masyarakat Paya Dua
Sultan Ibrahim dengan rendah hati mempersembahkan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Paya Dua. “Ini bukan penghargaan untuk saya pribadi, tapi untuk masyarakat Paya Dua,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca saat menerima penghargaan bergengsi tersebut.
Figur Pembaharu yang Menginspirasi
Dari sekian banyak kepala desa yang direkomendasikan dari seluruh Aceh, Sultan Ibrahim menjadi satu-satunya yang berhasil lolos kurasi ketat. Panitia PWDPI Award 2025 mengakui Sultan sebagai sosok muda pembaharu yang berhasil membawa aspirasi masyarakat dan menghadirkan inovasi nyata dalam pengelolaan dana desa.
Jejak kepemimpinan Sultan Ibrahim telah terlihat sejak ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti HMI IAIN Ar-Raniry, KNPI, dan Pemuda Muhammadiyah Aceh Timur. Bahkan, pada tahun 2009, ia sempat menjadi wartawan di Koran Orbit Medan sebelum kembali ke Paya Dua dan memimpin koperasi. Saat ini, selain menjabat sebagai keuchik, ia juga dipercaya sebagai Ketua Persaudaraan Aceh Seranto (PAS) Aceh Timur.
Paya Dua Bangkit: Bebas Utang, Kaya Aset
Di bawah kepemimpinan Sultan Ibrahim, Paya Dua mengalami transformasi yang luar biasa. Dari desa yang terbebani utang, kini aset desa meningkat pesat hingga hampir mencapai Rp5 miliar dalam kurun waktu lima tahun.
Sultan Ibrahim mendorong setiap dusun untuk memiliki aset ekonomi sendiri, menyediakan ambulans gratis lintas provinsi yang telah membantu ratusan pasien, serta menjadikan Paya Dua sebagai desa bebas narkoba dan judi. Komitmennya terhadap pemberantasan narkoba sangat kuat, mengingat pengalamannya sebagai Ketua Gerakan Indonesia Anti Narkoba (GIAN) pada periode 2017-2020.
Amanah Moral, Bukan Sekadar Jabatan
Bagi Sultan Ibrahim, jabatan keuchik adalah amanah moral yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. “Selagi masih ada waktu untuk berbuat demi memajukan desa, maka berbuatlah. Jangan takut disalahkan kalau itu untuk kebaikan bersama,” pesannya yang menginspirasi para peserta Rakernas PWDPI dari 30 provinsi.
Kebanggaan Aceh Timur, Inspirasi Nasional
Penghargaan PWDPI Award 2025 ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Paya Dua dan seluruh masyarakat Aceh Timur. “Penghargaan ini akan menjadi pemicu bagi saya dan perangkat desa untuk bekerja lebih keras. Kami ingin pelayanan publik di Paya Dua semakin baik, dan program pemberdayaan ekonomi lebih besar,” ungkap Sultan Ibrahim dengan penuh semangat.
Selain Sultan Ibrahim, sejumlah tokoh nasional dan daerah lainnya juga menerima PWDPI Award 2025, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Kapolda Lampung.
Dengan pencapaian gemilang ini, nama Sultan Ibrahim tidak hanya harum di Aceh Timur, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh Indonesia tentang kepemimpinan desa yang berani, inovatif, dan berpihak kepada rakyat.
Reporter: Johan Sopaheluwakan
















