Example floating
Example floating
Headline

Mengenang 24 Tahun Tragedi WTC 11/9 dan Implikasinya terhadap Sistem Pertahanan Keamanan Global

×

Mengenang 24 Tahun Tragedi WTC 11/9 dan Implikasinya terhadap Sistem Pertahanan Keamanan Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu


Faktual.net -;Jakarta Barat, DKI Jakarta –– Serangan 11 September 2001 (9/11) 24 tahun lalu terhadap World Trade Center (WTC) di New York dan Pentagon di Washington D.C. merupakan titik balik penting dalam sejarah modern. Tragedi ini tidak hanya menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar, tetapi juga mengubah paradigma pertahanan dan keamanan global secara fundamental.

Pada tanggal 11 September 2001, 19 anggota kelompok teroris al-Qaeda membajak empat pesawat komersial. Dua di antaranya menabrak menara kembar WTC, satu menabrak Pentagon, dan satu jatuh di lapangan di Pennsylvania.

Serangan ini menewaskan hampir 3.000 orang dan menyebabkan kerusakan fisik serta psikologis yang mendalam.

Dampak ekonomi langsung termasuk kerugian miliaran dolar akibat kerusakan infrastruktur dan gangguan aktivitas bisnis.

Al-Qaeda, yang dipimpin oleh Osama bin Laden, bertanggung jawab atas serangan ini. Motivasi utama mereka adalah penentangan terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah, dukungan terhadap Israel, dan kehadiran militer AS di negara-negara Muslim.

Serangan ini bertujuan untuk melumpuhkan kekuatan ekonomi dan militer AS, serta memprovokasi respons yang akan memperburuk konflik di Timur Tengah.

Ada klaim bahwa  WTC dihancurkan untuk “menghancurkan negara Kapitalis” dan bahwa gedung tersebut berisi “Bank Bank milik Kapitalis Penjajah Nekolim Neo Imperialisme dan Perusahan Tambang Tambang Mineral minyak, emas, nikel, uranium dan lain lainnya” perlu ditanggapi dengan hati-hati.

Meskipun benar bahwa WTC adalah pusat bisnis dan keuangan global, menyederhanakan tragedi ini sebagai serangan terhadap “kapitalisme” mengabaikan kompleksitas motivasi al-Qaeda dan dampak kemanusiaan yang luas.

Tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim bahwa target utama serangan adalah perusahaan tambang atau entitas “penjajah”. WTC dipilih karena simbolisme ekonominya dan lokasinya yang ikonik.

Menjadi pertanyaan berikut: Apa
Implikasi terhadap Sistem Pertahanan Keamanan Global?

Perlu kita ketahui bersama bahwa Perubahan Paradigma: Bahwa serangan 9/11 mengungkap kerentanan negara-negara maju terhadap ancaman terorisme non-negara.

Sementara itu Paradigma pertahanan bergeser dari fokus pada ancaman antar negara (state-to-state) menjadi ancaman dari kelompok teroris transnasional (non-state actors). Peningkatan signifikan dalam keamanan bandara dan transportasi publik di seluruh dunia. serta Pembentukan Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security) di AS untuk mengkoordinasikan upaya kontra-terorisme.

Baca Juga :  PMII Gelar Perayaan Harlah ke 66 

AS dalam hal ini  melancarkan “Perang Melawan Teror” (War on Terror) dengan invasi ke Afghanistan (2001) dan Irak (2003). Intervensi militer ini bertujuan untuk menghancurkan basis al-Qaeda dan menggulingkan rezim yang dianggap mendukung terorisme. Dan Kerjasama Internasional gencar  dilakukan demi peningkatan kerjasama intelijen dan keamanan antara negara-negara di seluruh dunia.

Pada akhirnya pembentukan aliansi dan koalisi internasional untuk memerangi terorisme semakin ditingkatkan dan menjadi suatu keniscayaan dan pemberian sanksi ekonomi juga menjadi target kepada negara/kelompok teroris.

Lalu bagaimana setelah 24 tahun pasca peristiwa WTC 11/9 tersebut? Dan bagaimana Sistem Pertahanan Keamanan Global Masa Kini? Terdapat beberapa kajian terkait permasalahan tersebut:

1. Ancaman Terorisme yang Berkembang:

Meskipun al-Qaeda telah melemah, ancaman terorisme tetap ada dan bahkan berkembang dengan munculnya kelompok-kelompok baru seperti ISIS.

Terorisme kini lebih terdesentralisasi dan memanfaatkan teknologi internet untuk merekrut anggota dan menyebarkan propaganda.

2. Fokus pada Pencegahan:

Strategi kontra-terorisme modern lebih menekankan pada pencegahan, termasuk deradikalisasi, kontra-propaganda, dan kerjasama dengan komunitas lokal.

Peningkatan investasi dalam pendidikan dan pembangunan ekonomi untuk mengatasi akar penyebab terorisme.

3. Peran Teknologi:

Penggunaan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan analisis data besar (big data) untuk mendeteksi dan mencegah serangan teroris. Pengembangan sistem keamanan siber untuk melindungi infrastruktur penting dari serangan siber.

Dari pernyataan hal-hal tersebut di atas akhirnya kita tiba pada konklusi yaitu;
Tragedi WTC 2001 merupakan peristiwa yang mengubah dunia dan memicu perubahan besar dalam sistem pertahanan dan keamanan global perlu dianalisis secara kritis, penting untuk memahami bahwa serangan ini memiliki dampak yang kompleks dan multidimensional.

Sistem pertahanan keamanan global masa kini harus terus beradaptasi dengan ancaman terorisme yang berkembang, dengan fokus pada pencegahan, kerjasama internasional, dan pemanfaatan teknologi. Kiranya dengan semangat itu dapat membawa dunia pada kehidupan damai. Semoga!

Penulis adalah Pendiri Forum Kajian Sejarah, Seni dan Budaya “TuguDesign” Institute.

Mahasiswa Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UPBJJ UT Jakarta.

 

Mahasiswa Pasca Sarjana (S2) Magister Pendidikan STTI Philadelphia, Banten.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit