Faktual.Net, Batang, Jateng – Polres Batang menegaskan komitmennya bekerja sama dengan Koalisi Masyarakat Pengawas Anggaran dan Birokrasi (Komparasi) untuk memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan korupsi di wilayah setempat.
Hal itu disampaikan Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana saat menerima audiensi Presidium Komparasi di Mapolres Batang, Rabu (27/8/2025). Menurutnya, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi penggunaan anggaran publik.
“Korupsi adalah musuh bersama. Polres membutuhkan peran serta masyarakat, termasuk lembaga pengawas seperti Komparasi, agar Batang benar-benar bersih dari praktik-praktik korupsi,” ujar AKBP Edi.
Ia menegaskan, masyarakat diberi ruang seluas-luasnya untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang. Namun, laporan yang disampaikan harus berbasis data dan bukan sekadar mencari-cari kesalahan. “Kalau ada indikasi serius, tentu akan kami tindak,” tambahnya.
Kapolres juga meminta Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) agar lebih proaktif melakukan penyelidikan. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran menjadi kunci agar pembangunan di Batang tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Presidium Komparasi, Rizal Arifianto, menyampaikan bahwa pihaknya hadir sebagai mitra strategis aparat penegak hukum. Ia menilai pengawasan masyarakat sipil penting untuk memastikan APBD senilai Rp1,8 triliun serta dana desa lebih dari Rp200 miliar digunakan sesuai peruntukan.
“Kami tidak ingin anggaran sebesar itu hanya menjadi bancakan oknum. Karena itu, kami mendorong Polres Batang, khususnya Tipikor, untuk berani menyelidiki setiap potensi penyalahgunaan anggaran tanpa pandang bulu,” tegas Rizal.
Ia juga mengapresiasi sikap terbuka Kapolres Batang yang menyambut baik keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pembangunan. “Langkah ini menunjukkan keseriusan kepolisian menjaga transparansi. Kami percaya sinergi ini bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujarnya.
Baik Polres maupun Komparasi sepakat bahwa kolaborasi aparat dan masyarakat adalah kunci untuk menutup ruang bagi praktik korupsi sekaligus membangun Batang yang lebih maju dan bersih.













