Faktual.net, Gowa, Sulsel- 12 Agustus 2025, Aksi tak biasa terjadi di Lapangan Batuborong, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Pada dini hari, sejumlah warga secara diam-diam menanam pohon pisang di tengah lapangan yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Aksi ini bukan iseng belaka — melainkan bentuk protes keras terhadap perlakuan Sekretaris Camat (Sekcam) Biringbulu yang dinilai pilih kasih dan tidak adil dalam pelayanan publik.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, kemarahan warga memuncak lantaran proyek drainase di wilayah mereka dikerjakan secara terputus-putus. Menurutnya, penentuan wilayah pengerjaan proyek tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor kedekatan dan dukungan pribadi, bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Kalau dia dukung, cepat dikerjakan. Kalau tidak, ya dibiarkan terbengkalai. Drainase di sini banyak yang belum tersambung, seperti diputus dengan sengaja,” ujarnya geram.
Penanaman pohon pisang di lapangan dipilih warga sebagai simbol bahwa fasilitas publik tersebut kini tak lagi difungsikan sebagaimana mestinya, bahkan mereka menyebutnya “sudah mirip kebun terbengkalai”.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa turun tangan dan segera mengevaluasi kinerja Sekcam Biringbulu. Mereka menegaskan, pelayanan publik adalah hak seluruh warga tanpa memandang latar belakang dukungan politik atau kedekatan personal.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Sekcam belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan dan aksi protes warga tersebut.
Redaksi Sulsel















