Faktual.Net, Kendari, Sultra. Peringati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Unjuk Rasa (Unras) di Kendari, pada Sabtu, 2/11/2019. Hal ini dilakukan untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang kabarnya akan membuka event internasional tersebut.
Mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini menegaskan bahwa datangnya Presiden Jokowi di Bumi Anoa merupakan sinyal untuk menyelesaikan kasus Penembakan Randi dan Muhammad Yusuf Qardawi.
Dalam orasinya Nifsu Sya’ban selaku koordinator aksi menyampaikan bahwa secara kelembagaan datangnya Jokowi adalah semangat baru. “Kami turun ke jalan untuk memberikan sambutan hangat kepada Jokowi, jika seandainya beliau jadi menapakkan kakinya di Bumi Anoa ini. Kami aksi bukan mau cari muka akan tetapi mendesak agar Presiden segera memberikan tekanan keras kepada Polri dan kami tunggu progresnya”, ujar Kabid Hikma DPD IMM Sultra.
Dua point penting yang menjadi tuntutan mahasiswa yaitu :
1. Meminta secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia untuk membentuk tim investigasi khusus guna mengusut tuntas kasus kematian Randi dan Muhammad Yusuf Qardawi.
2. Meminta Kepada Kapolri baru untuk segera mengusut tuntas kasus kematian Randi dan Muhammad Yusuf Qardawi.
Pantauan media, aksi yang dilakukan di perempatan pasar baru sekitar pukul 11.00 WITA tersebut sempat membuat macet jalan.
Reporter : Zahirudin
















