Faktual.Net, Jakarta-Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) merespon kabar pedagang di Pasar Tanah Abang yang kocar-kacir karena mendengar isu razia barang impor.
Ia menegaskan, isu razia yang ramai diperbincangkan sejak beberapa waktu belakangan ini tidak benar.
Zulhas memastikan, jika benar ada, razia itu bukan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Barang Tertentu yang Diberlakukan Tata Niaga Impor.
Sebab, satgas baru saja dibentuk hari ini, Jumat (19/7/2024). Dan kemungkinan baru bisa mulai efektif bekerja di hari Selasa, 23 Juli 2024 mendatang.
Menunggu petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang baru akan selesai di hari Senin, 22 Juli 2024.
“Kita saksikan dan ikuti di media sosial ini belum apa-apa kok katanya sudah ada sidak (inspeksi mendadak), toko tutup dan sebagainya. Berarti ini memang kan kelihatan banyak yang ilegal. Itu sudah berapa hari berkembang isu pengawasan yang dilakukan di pusat perbelanjaan. Kan Satgasnya saja baru hari ini,” kata Zulhas saat Konferensi Pers Pembentukan Satgas Pengawasan Barang Tertentu yang Diberlakukan Tata Niaga Impor di Auditorium Kemendag.
“Jadi kalau ada ramai berita, satgasnya baru kok, belum ya. Tetapi bagaimana kalau ada? Ya tergantung tugas Kementerian masing-masing, kalau sesuai aturan silakan saja. Tapi Satgas ini baru akan bekerja hari Selasa, karena Senin mungkin juklak juknis selesai, dan Selasa saya kira sudah akan kelihatan gerakannya nanti,” jelasnya.
Zulhas pun mengimbau pedagang Pasar Tanah Abang tak perlu panik jika memang tidak menjual barang impor ilegal.
“Ya kalau benar mah buat apa panik kan. Dagang saja terus kalau (dagangan yang dijual) benar (atau bukan impor ilegal),” ucap dia.
Meski demikian, Zulhas memastikan, fokus pengawasan Satgas adalah ke importir dan/atau distributor barang ilegal, bukan ke pihak ritel atau pedagang. Tetapi ia tak menutup kemungkinan pihak Satgas juga melakukan pemeriksaan ke pusat perbelanjaan.
“Fokus pengawasan yaitu importir atau distributor, bukan ritel. Ritel itu kan akibat. Tapi kalau diperlukan informasi kan bisa. (Yang pasti) pusat perbelanjaan itu bukan sasarannya,” pungkasnya.
Secara terpisah, ketentuan terkait regulasi impor 2024, menjadi tema menarik pada Acara Roadshow Global Sources Indonesia (GSI) hingga disambut antusias ratusan pengusaha di Kota Medan, Sumatera Utara.
Kartika Sari, S.E., M.P.P.M., Direktorat Impor, Kementerian Perdagangan RI menjelaskan ketentuan impor bertajuk ‘From Regulation To Innovation: Driving Growth In Indonesia’s Dynamic Market’.
“Dasar kebijakan pengaturan impor terjadi perubahan yaitu pertama Permendag No.3/2024, perubahan kedua melalui Permendag No.7/2024 hingga perubahan ketiga yaitu Permendag No.8/2024 yang berlaku mulai 17 Mei 2024,” papar Dirjen Impor Kemendag RI Kartika Sari, di Acara Roadshow GSI 2024 yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra, Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini.
Ia menambahkan, latar belakang permendag tersebut berangkat atas arahan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan pengetatan impor.
“Sehingga komoditas barang konsumsi yang semula diawasi Post Border menjadi diawasi Border untuk komoditas pakian jadi, elektronika, obat tradisional dan suplemen kesehatan (OTSK), kosmetik serta mainan anak,” jelas Kartika Sari.
Dalam Acara Roadshow GSI yang sebelumnya juga digelar di Bandung, Surabaya, Semarang, dan Makassar tersebut, Kartika Sari menjelaskan tentang pokok perubahan Permendag No.36/2023 Jo.No.8/2024.
“Terdapat lima pokok perubahan, diantaranya relaksasi ketentuan impor atas beberapa komoditas yang mengalami perubahan ketentuan lartas,” katanya.
Ia menambahkan pokok perubahan juga diterapkan pada komoditi dan produk tekstil, komoditi barang tekstil sudah jadi lainnya.
“Relaksasi impor untuk barang yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak hingga peraturan impor barang kiriman pribadi,” jelas Kartika Sari.
Elbert Yohanta juga sangat mengapresiasi terhadap Acara Roadshow GSI yang digelar di Kota Medan.
“Acaranya sangat edukatif dan informatif, terutama pelaku yang melakukan impor ataupun cari barang dari China bisa langsung terhubung dengan supplier-supplier di China,” ungkap Elbert Yohanta.
Menurutnya, pelaku usaha saat ini sangat mengandalkan sektor elektronik dan lifestyle di Medan, Sumatera Utara.
“Karena bisnis kita sangat mengandalkan sektor elektronik. Sangat bagus, apabila ada kesempatan untuk datang ke acara pameran di Jakarta, saya minat dan akan hadir nanti,” ujar Elbert Yohanta.
Ia berharap, melalui event GSI 2024 akan menemukan supplier dan harga terbaik.
“Semoga client bisa dapat bertemu dengan supplier yang mereka butuhkan dan mendapatkan harga terbaik,” pungkas Elbert.
(Amin)
















