Example floating
Example floating
BeritaDaerah

DPC GMNI Kendari Gelar Dialog, Bahas Perspektif Pergerakan Perempuan Masa Kini

×

DPC GMNI Kendari Gelar Dialog, Bahas Perspektif Pergerakan Perempuan Masa Kini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Suasana dialog interaktif DPC GMNI Kendari. Foto: Kariadi.

Faktual.Net, Kendari — Dewan pimpinan cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari menggelar Dialog Interaktif, di Warkop Karyawan, Selasa (07/05/2024) malam.

Dialog interaktif merupakan alah satu bentuk perhatian GMNI Kota Kendari terhadap perempuan saat ini, dengan mengangkat tema “Kartini dalam Perspektif Pergerakan Perempuan Masa Kini”.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam sambutannya, Ketua Cabang GMNI Kota Kendari, Sahril mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada malam ini tentunya sangat menarik dan perlu di apresiasi.

“Saya patut apresiasi dengan kegiatan yang di laksanakan pada malam ini, walaupun hari kartini sudah lewat beberapa hari kemarin akan tetapi bung dan sarinah tetap konsisten untuk bagaimana bisa merefleksikan kembali Kartini dalam perspektif pergerakan perempuan masa kini” tegas Sahril.

Sahril menjelaskan Hari Kartini bertujuan untuk mengenang dan memperingati pengorbanannya agar hak-hak perempuan dapat didengar dan setara dengan laki-laki.

“Perempuan tidak hanya dalam dunia pendidikan, namun juga dalam berbagai aspek,” ungkap Sahril.

Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPC GMNI Kota Kendari, Sumi Herna Maliana, S.Sos sekaligus narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan dalam paparan materinya bahwa pergerakan perempuan saat ini tentunya dimulai dari kesadaran perempuan itu sendiri, bagaimana bisa mengenali dirinya sendiri untuk bisa memperjuangkan apa yang diinginkan.

“Kalau kita berbicara mengenai kartini, dia sosok emansipasi perempuan untuk memperjuangkan dipendidikan, agar perempuan bisa mendapatkan pendidikan sama dengan laki-laki sehingga perempuan dapat berkembang dan maju dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan jati dirinya” ucapnya.

Baca Juga :  Sambut Hardiknas 2026, Bupati Morowali Ajak Perkuat Semangat Pendidikan

Tak hanya itu, Pergerakan perempuan masa kini adalah bagimana dia keluar dari belenggu stigma budaya patriarki, sebab Budaya patriarki telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat.

“Pergerakan perempuan bukan hanya tentang aksi atau demo. Namun, bisa perubahan itu dengan menuahkan karya tulisan dalam sebuah majalah,” bebernya.

Sementara itu, Direktur penggiat Sultra, Elly Angraeni, S.H sebagai narasumber dalam acara tersebut mengatakan bahwa masa kini diperhadapkan dengan banyak persoalan dan isu-isu yg mencakup kepentingan bersama.

“Tugas utama kita saat ini sebagai perempuan harus berani mengambil peran dalam ruang dan setiap kesempatan di masyarakat,” ucap Elly di hadapan peserta.

Elly melanjutkan, Secara kualitas perempuan sudah memenuhi namun secara kuantitas belum sama sekali terpenuhi, olehnya itu pentingnya juga edukasi kepada masyarakat mengenai persoalan perempuan, tantangan perempuan masa kini yaitu bagaimana bisa mematahkan Stigma buruk terhadap perempuan.

“Dengan mengenali nilai diri dan menggali potensi,sehingga perempuan dapat dikatakan mampu mendapatkan kesempatan yang sama seperti laki-laki di mata masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Kariadi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit