faktual.net,-Jakarta- diguyur hujan sejak semalam, imbasnya di sejumlah titik di Jakarta Utara tergenang air pagi ini. Genangan tersebut salah satunya di kawasan Kelurahan Tanjung Priok setinggi-tingginya sekira 20-30 cm, Kamis(29/2).
Warga Kelurahan Tanjung Priok Jakarta Utara di wilayah kampung bahari dan sebagian warakas, mengeluhkan banjir atau genangan air tiap kali musim penghujan.
Robert Juntak warga kampung bahari Kelurahan tanjung priok melampiaskan kekesalannya karena tiap musim penghujan datang ataupun jika hujan turun lokasi keduanya selalu tergenang air. Padahal tiap tahun Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta utara mendapatkan Anggaran u tuk Pembenahan Struktural Pengendalian Banjir yang Anggarannya Milyaran Rupiah.
“Inilah dampaknya jika dugaan anggaran yang dipergunakan oleh Sudin SDA Jakut dipermainkan oleh Pejabat maupun Kontraktornya, dan sudah acapkali diberitakan oleh berbagai media masa, tetapi belum ada perubahan yang signifikan, dan akan selalu yangenjadi kambing hitamnya Alam,” Kata Robert Juntak melalui Whatsappnya saat dilokasi banjir, Kamis (29/2).

Robert menjelaskan, mesin pompa penyedot air di Jl.R.E.Martadinata RW. 15 masih kurang besar tenaga mesinnya atau mesin harus ditambah karena Setiap Tahun Kali Tiram banjir atau meluap hingga ke pemukiman Masyarakat.
“saya sebagai yang terkena dampak banjir mohon diperhatikan oleh Pj. Gubernur Anggota Dewan kinerja dari Jajaran Sudin SDA Jakut, karena belum ada perubahan untuk menanggulangi genangan air apalagi banjir, khususnya diwilayahnya Kelurahan Tanjung Priok,” Ucap Robert Juntak.
Robert Juntak menambahkan, Saringan Pompa Air di Rumah Pompa kemungkinan besar jarang dibersihkan atau dikuras karena kurangnya petugas atau satgasnya untuk khusus membersihkan sampah Limbah masyarakat didalam Rumah Pompa bukan Lumpur.
“Jika musim penghujan dan terjadi ada genangan air dan banjir baru terjadi pembenahan, dan sibuk untuk mencari target untuk disalahkan, yang jelas untuk Pengendalian Banjir ada di Sudin SDA Jakut, sebgai kuas pengguna Anggaran,” Ungkap Robert Juntak.
Robert Juntak membeberkan, Diduga kemungkinan sepanjang kali tiram belum terjamah untuk pengerukan Lumpur atau sedimentasi, serta belum ada penertiban bangunan disisi sepanjang kali tiram oleh Sudin SDA Jakut.
“Saringan rumah pompa adalah tanggung jawab Sudin SDA bukan unit ppsu ataupun unit penanganan sampah badan air, karena timbunan sampah di saringan rumah pompa harus dibersihkan oleh petugas rumah pompa atau jika diperlukan dibentuk satgas khusus membersihkan sampah di saringan rumah pompa,” Jelas Robert Juntak.
Informasi Banjir di wilayah Kelurahan Tanjung Priok sudah dikonfirmasi kepada Lurah Tanjung Priok Teguh Subroto.S.STP, dan mendapatkan penjelasan melalui aplikasi Whatsappnya, kamis(29/2), Sudah ada komunikasi dengan Pihak Sudin SDA Jakut.

Teguh menjelaskan, bahwa Bahari 5 lokasi di pinggi kali tiram, jika kali meluap otomatis gang bahari 5 terkena imbas air kali tiram. Dan telah diupayakan untuk dilakukan,
1.Memaksimalkan operasionalisasi Pompa di rumah pompa Sunter Utara.
2.Pembersihan sampah di kali oleh UPS Badan air.
3.Ppsu membantu pembersihan sampah di saringan sampah Rumah Pompa Sunter Utara di JalanR.E Martadinata.
“Hasilnya jawaban sudin sda jika ada kerusakan tentu dilaporkan dan di Tindaklanjuti, beberapa waktu lalu sudah ada perbaikan di pompa no 4 dan 5. Dan sekarang kondisi aktif,” Ujar Teguh.
Teguh membahkan untuk saat ini masih terus berkordinasindrngan pihak atau unit terkait dalam pengendalian banjir.
Sementara itu hingga berita ini tayang Kasudin SDA Jakut Adrian Maulana belum menjawab konfirmasi dari media faktual.net.(zul)















