Example floating
Example floating
BeritaPemilu 2024

Pemilu 2024 Semakin Dekat, PMII Konawe: Memilih Karena Amplop itu Merusak Demokrasi

×

Pemilu 2024 Semakin Dekat, PMII Konawe: Memilih Karena Amplop itu Merusak Demokrasi

Sebarkan artikel ini
PMII Kabupaten Konawe. Foto: Istimewa
Example 468x60

Faktual.Net, Konawe — Dalam menghadapi Konstetasi Pemilu 2024 yang semakin dekat, Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Konawe deklarasi menolak ‘Money Politic’ atau politik uang, di Unaaha, Kabupaten Konawe (01/02/2024).

Dalam pernyataanya, Ketua PMII Konawe Muhammad Syahri Ramadhan mengaku besar potensi kecurangan di Pemilu 2024 mendatang khususnya dalam trend ‘Money Politic‘ atau politik uang.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

PMII Cabang Kabupaten Konawe khawatir demokrasi di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara masi marak terjadi money politic. 

“Kami mendorong agar pemilu kali ini bersih, tidak dirusak dengan gerakan-gerakan yang tidak mendidik,” ujar Syahril.

Karena itulah, berikut sikap PMII Cabang Konawe menanggapi potensi kecurangan di Pemilu 2024:

1. Menolak politik uang atau sejenisnya yang berbentuk transaksi suara dengan cara-cara merusak demokrasi di Indonesia dan melanggar peraturan perundang-undangan, serta merusak moral yang merendahkan harkat martabat rakyat.

Baca Juga :  Formapp Akan Laporkan Kadisdik DKI Jakarta, Indikasi Gagal Kontruksi Proyek Milyaran

2. Mendorong masyarakat untuk bersama-sama menolak para kandidat yang melakukan politik uang.

3. Meminta masyarakat untuk turut serta membentuk posko pengaduan politik uang serta melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pelaku dan penerima politik uang.

4. PMII Konawe Menyediakan posko pengaduan kecurangan pemilu khususnya tentang money politik siap bekerjasama dengan Bawaslu dan DKPP untuk memproses sesuai aturan pemilu di UU No 7 Tahun 2017.

5. Meminta aparat penegak hukum untuk menangkap para pelaku politik uang baik penerima ataupun pemberi karena dianggap merusak moral.

“Itulah sikap kami. Jelas PMII Konawe tidak sepakat kalau memilih hanya karena amplop ‘uang’. Itu merusak demokrasi,” imbuh Syahri.

Redaksi.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit